Terkait Kasus Penganiayaan Wartawan, Camat Dan Sekmat Cikalong Diperiksa Polisi

Sejumlah wartawan Kota/Kab Tasikmalaya dari berbagai media, saat mengantar sekaligus mengawal pelaporan Penganiayaan kepada Wartawan, di Mapolres Kab Taikmalaya, Jum’at, 16 Oktober 2017. KONTEN INDONESIA / Dokumentasi

KAB TASIKMALAYA – Kekerasan (Penganiayaan) yang terjadi beberapa waktu lalu terhadap dua orang wartawan media REAKSI NASIONAL (RENAS) di Kantor Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), diduga dilakukan oknum warga yang mengaku dari salah satu ormas.

Kini, tindak kekerasan yang seolah main hakim sendiri itu berbuntut panjang hingga mencatut dua orang berpengaruh di Kecamatan Cikalong tersebut, yakni Darya (Camat Cikalong) dan Yasin (Sekmatnya), harus memenuhi panggilan Penyidik Mapolres Kabupaten Tasikmalaya, guna diperiksa sebagai saksi terkait kasus kekerasan (Penganiayaan) tersebut, Sabtu, 28 Oktober 2017,

Terjadinya penganiayan terhadap dua orang wartawan tersebut, yakni Rudi Irawan dan temannya Asep Baron, diduga atas adanya suruhan dari oknum Kepala Desa Panyiaran, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Rudi Irawan, wartawan media RENAS yang menjadi korban penganiayaan mengungkapkan, kronologis penganiayaan itu berawal dari adanya undangan Camat Cikalong (Darya), yang bermaksud mengklaripikasi hasil pemberitaan yang tayang di Media Renas terkait dugaan penyelewengan Dana Desa yang dilakukan Kades Panyiaran (Komarudin).

Namun, pada saat berkumpul di ruangan Camat, yang diantaranya ada 3 orang wartawan termasuk saya, Camat dan Sekmat Cikalong serta Babinsa Desa Panyiaran, Kades Panyiaran serta Ketua TPK Desa Panyiaran.

“Tiba-tiba saat itu datang lima orang bertubuh kekar mengaku dari salah satu Organisasi, mereka masuk ruangan dan langsung mengitimidasi serta melakukan pemukulan terhadap saya dan rekan saya Asep Baron,” ujar Rudi Irawan, seperti di beritakan media Sergapreborn.co.id sebelumnya, pasca sejumlah Wartawan Tasikmalaya mengantar kedua korban tersebut melaporkan kejadiannya di Mapolres Kabupaten Tasikmalaya, Jum’at, 16 Oktober 2017 lalu.

Aiptu Agus Kasdili, Kanit IV, Mapolres Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, saat ini jajaran kami mulai melakukan penyelidikan terkait siapa dalang penganiayaan dua wartawan tersebut. Sebagai langkah awal, dua orang saksi yakni Darya, Camat Cikalong dan Yasin, Sekmatnya telah dilakukan pemeriksaan.

“Camat dan Sekmatnya telah diperiksa sebagai saksi, karena mereka mengetahui pasca terjadinya pemukulan terhadap dua wartawan yang terjadi di kantor Kecamatan Cikalong itu,” kata Agus, dikutip dari laman media Sergapreborn.co.id.

Dalam kasus itu dikatakan Agus, akan diperiksa juga sejumlah orang lainya, baik dari pihak kecamatan, pendamping desa serta sejumlah warga yang ikut menganiaya wartawan tersebut.

“Hari ini akan diperiksa sebanyak enam orang yang diantaranya Camat, Sekmat, Babinsa, Ketua TPK dan dua orang dari unsur masyarakat,” jelas Agus.

Terpisah, Yasin yakni Sekmat Cikalong tersebut saat dikonfirmasi dihalaman Mapolres Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, terkait adanya pemanggilan ini, saya akan mengatakan apa yang dilihat pada saat kejadian di Kantor Kecamatan.

“Saya akan mengatakan apa adanya, yang saya lihat dan saya dengar saat kejadian di kantor kecamatan, akan saya katakan.” ucap Yasin, sebelum dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik.

Sementara, menurut sejumlah informasi dari beberapa sumber yang berhasil dihimpun, sejumlah Tokoh Masyarakat yang tergabung dalam (Aliansi Masyarakat Peduli Desa Panyiaran), akan menuntut Kades untuk mundur dari jabatanya. Pasalnya, baik Kades maupun TPK diduga tidak transfaran dalam segi pengelolan Dana Desa (DD), ADD maupun batuan dana lainya.

Salah seorang Tokoh Masyarakat setempat yang engan di publikasikan namanya mengungkapkan, terdapat beberapa kegiatan yang dinilai janggal, contohnya seperti pada pembangunan insprastruktur beton jalan di Kampung Barengkok-Bagjasari yanf senilai Rp.147.079.400, dalam plang papan proyek tertera ukuran volume panjang 600 meter, lebar 2,5 meter dan ketebalan 12 cm. Namun paktanya dilapangan hanya terpasang dengan lebar beton jalannya 1,80 meter (90 cm + 90 cm) sedangkan di bagian tengahnya kosong selebar 70 cm.

“Tidak menutup kemungkinan terjadi juga penyelewengan dititik paket pembangunan lainnya.” tegas Tokoh yang enggan menyebut namanya itu.

Ia menambahkan, masyarakat jaman sekarang semuanya menginginkan setiap Kadesnya transfaran, membuka dan menyampaikan laporan terkait pertanggung jawaban hasil segala bentuk pekerjaan desa kepada masyarakat, agar setiap penggunaan anggarannya jelas.***
(Red)

 

 

 

Kontenindonesia.com / Sergapreborn.co.id

Print Friendly, PDF & Email
Be Sociable, Share!
tags: , , , , , ,

Related For Terkait Kasus Penganiayaan Wartawan, Camat Dan Sekmat Cikalong Diperiksa Polisi