STQ ke 17 di Ponpes Darussalam, Sekda Kabupaten Tasik: Cintai Nilai-nilai Luhur Al Quran

oleh -171 views
Sekda Kab Tasikmalaya, Dr. H. Mohamad Zen (pertama kanan), bersama Pimpinan Ponpes Darussalam, KH. Ustad Deni (ketiga kanan) dan Anggota DPRD Kab Tasikmalaya F Partai Golkar, Drs. H. Asep Husein Ys. Msi (pertama kiri) bersama jajaran lainnya pada acara STQ ke-17 yang digelar di Komplek Ponpes Darussalam, Kampung Narunggul, Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Selasa 24/11/2020. Foto : Yusi Rahmawati

TASIKMALAYA – Kegiatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-17 di Komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Kampung Narunggul, Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tasikmalaya. Selasa 24/11/2020.

Acara yang bertujuan menyeleksi kafilah terbaik untuk persiapan menghadapi MTQ Ke-37 Tingkat Provinsi Jawa Barat itu, tampak dihadiri oleh Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tasikmalaya, Ketua DMI Kabupaten Tasikmalaya, jajaran Forkopimda dan lainnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Mohamad Zen, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan STQ ini merupakan momen penting dalam menjabarkan, mengembangkan dan juga mengimplementasikan pokok-pokok keagamaan yang fundamental, yakni Al Quran dan hadis sebagai pedoman hidup umat Islam.

“Kita berusaha dan berikhtiar melalui STQ ini, agar Al Quran yang menjadi pedoman hidup seluruh umat Islam, senantiasa dipelajari, dipahami dan selalu diamalkan sepanjang masa. STQ diharapkan juga menjadi sumber energi dan motivasi, terutama untuk generasi muda agar makin giat mengaplikasikan dan mencintai nilai-nilai luhur yang ada dalam Al Quran pada kehidupan sehari-hari,” kata Mohamad Zen, kepada wartawan disela-sela kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Tasikmalaya, KH. Drs. Aa Rohmadin M.Ag mengungkapkan, insya alloh saya akan terus berusaha guna melakukan kerjasama dengan seluruh pondok pesantren, untuk bersosialisasi supaya bisa melahirkan qori-qoriah yang akan mengikuti lomba. pungkas Aa Rohmadin.

Reporter : Yusi Rahmawati
Editor      : Deni