Rencana Pembangunan Tol Cilenyi-Garut-Tasikmalaya,Terancam Di Tunda

oleh -62 views
Sumber Foto: skylandcity.co.id
Sumber Foto: skylandcity.co.id

Kota Bandung – Meski memiliki arti
yang sangat penting untuk mendongkrak pertumbuhan di wilayah Jawa Barat (Jabar) bagian selatan, sebagai jalur mudik untuk mengatasi kemacetan parah tahunan, pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas)terancam ditunda, akibat tidak termasuk dalam dalam draft jaringan Tol Nasional. ucap Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Ir.Gatot Tjahyono, belum lama ini di Bandung.

Patut disayangkan, di kutip dari lama Media Online Bedanews.com, Adanya kabar ditundanya rencana ini oleh Pusat karena selama ini Pemprov Jabar telah mempersiapkan langkah awal dalam  recana persiapan pembangunan Jalan Tol Cigatas tersebut, seperti Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Feasibility Study (FS) dan Derail Enginering Desain (DED) dengan menggunakan anggaran APBD 2015 dan 2016.

Terkait dengan kenyataan ini, pihaknya, akan  segera menginisiasi dan membahas terlebih dahulu di Komisi IV, yang selanjutnya, akan menanyakan langsung kepada kementrian PUPERA termasuk dorongan dari DPR RI yang memiliki Dapil di Jabar.

Kalau Badan Pengelolaan Jalan Tol (BPJT) bisa memasukan dalam draft jaringan Tol Nasional, DPRD Jabar tentunya akan mendorong untuk mengalokasikan anggaran pada 2017 dan 2018 nanti, sehinga sesuai dengan rencana estimasi yang dipaparkan oleh Pemprov Jabar, paling tidak akhir 2018 sudah mulai proses konstruksi, dan pelelalangannya diakhir 2017.

Kalau saja rencana ini berjalan, kemungkinan mekanismenya akan melalui mekanisme investor ‎dengan pembebasan tanah dibantu oleh Badan Pinjaman Aset melalui APBN sehingga mempercepat pembiayaan yang kemudian akan dihitung total investasinya.

Sedangkan untuk pelaksanaan konstruksi dan operator harus melalui mekanisme lelang yang diikuti oleh investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri termasuk dalam bentuk join operation maupun dalam bentuk konsorsium yang biasa dilakukan oleh BPJT termasuk bisa saja melibatkan BUMN dan pihak swasta dalam negeri atau luar negeri bisa juga BUMD. (Bedanews.com/Tim Konten)