6 anggota JAD Pelaku Penembakan Anggota PJR Cirebon Berhasil Ditangkap, 2 Diantaranya Tewas Ditembak

oleh -127 views
Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Kabid Humas Polda Jabar. Foto Istimewa

BANDUNG – Enam tersangka pelaku penembakan terhadap Ipda Dodok Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana, dua anggota PJR Ditlantas Polda Jabar di Cerebon beberapa waktu lalu, akhirnya berhasil diringkus aparat gabungan Densus Antiteror 88, Polda Jabar, dan Polda Jateng di Cirebon, Brebes, dan Kota Tegal.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Truno Wisnu Andiko mengatakan, enam terduga pelaku yang ditangkap di Cirebon antara lain S ditangkap pada Minggu (02/09/2018). Kemudian C diringkus di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah sehari kemudian Minggu (02/09/2018). Tersangka G ditangkap di Cirebon. Lalu tersangka I dan R ditangkap di Tegal, Jawa Tengah dihari yang sama. Sementara MU diringkus pada Senin,(03/09/2018) di Cirebon.

“Dari enam yang diamankan, dua di antaranya ditembak mati, yakni S dan R. Kedua pelaku ditembak mati karena melawan petugas,” kata Truno.

Truno mengatakan, I dan R merupakan pelaku pengeroyokan terhadap Brigadir Angga, anggota Satuan Sabhara Polres Cirebon Kota di Jalan Diponegoro, Kota Cirebon pada 20 Agustus 2018. Kemudian, I, S, dan R terlibat penganiayaan terhadap anggota Polsek Bulakamba, Brebes di jalan pantura, Desa Grinting, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes pada 11 Juni 2018 sekitar pukul 19.50 WIB.

“Senjata yang digunakan pelaku S dan R untuk menembak Ipda Dodon dan Aiptu Widi merupakan milik Birgadir Angga dan anggota Polsek Bulakamba. Tersangka S dan R yang tewas ditembak petugas, merebut senjata milik Brigadir Angga. Namun untuk memastikannya akan dilakukan uji balistik di Puslabfor Mabes Polri,” ujar Truno.

Penangkapan keenam pelaku ini, merupakan hasil dari koordinasi intensif dan perburuan yang tak kenal lelah. Dari awal Polda Jabar dan Densus Antiteror 88, selalu koordinasi untuk melakukan penyidikan.

“Para pelaku adalah anggota jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) Cirebon. Selanjutnya, kasus ini dalam proses pendalaman melalui proses penyidikan oleh Mabes Polri dan Densus,” tutur Truno.

Truno menambahkan keenam pelaku, memiliki peran masing-masing. dan akan didalami penyidik dalam proses penyidikan. Sementara disinggung kondisi terakhir Aiptu Widi, Truno menyatakan, sekarang kondisinya sudah membaik dan berobat jalan di rumah. Namun Aiptu Widi masih harus menjalani observasi

“Yang jelas, S dan R ini yang melakukan penembakan terhadap almarhum Ipda Dodon Dan Ipda Widi. Saat ini, empat tersangka yang masih hidup, telah dibawa ke Mabes Polri. Sedangkan tersangka yang tewas, S dan R dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati. Kemudian kondisi Brigadir Angga yang dikeroyok oleh dua orang (S dan R), karena lukanya berat di lengan kanan bagian atas ada luka menganga dan patah tulang.” Pungkasnya.****

 

Editor : Hens Pradhana