Densus 88 Antiteror Tangkap Dua Orang Pembantu Peledakan Bom Bandung

oleh -59 views
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Mebes Polri, Irjen Boy Rafli Amar. Konten Jabar / Foto Istimewa

JAKARTA – Dua orang yang membantu Yayat Cahdiat pelaku sekaligus dalang peledakan Bom Panci di Lapangan Pandawa, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada 27 Februari lalu, akhirnya berhasil di tangkap tim Desus 88 Antiteror.

“Ada dua orang yang sudah kita tangkap pada Minggu lalu, Inisialnya A alias Abu Muslim alias Abu Abdullah. Dia berperan mulai dari pembelian peralatan, ikut pendanaan, dan melakukan survei bersama Yayat Cahdiyat,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat, Mebes Polri, Irjen Boy Rafli Amar, Senin, 13 Maret 2017.

Inisial A itu, sehari-harinya bekerja sebagai tenaga ahli listrik di sebuah departemen, dia juga ikut dalam merangkai atau merakit Bom Panci. Dia A, adalah anggota Jaringan Jamaah Anshor Daulah (JAD), bersama dengan jaringan Abu Sofi dan Abu Faiz. Dua nama terakhir telah tertangkap mati di Jatiluhur beberapa waktu lalu.

“Kemudian yang bernama Soleh alias Zalzalat alias Gungun. Yang sebelum melakukan aksinya, Yayat Cahdiyat itu menitipkan keluarganya terlebih dulu kepada yang bersangkutan itu. Dia juga memberikan support pendanaan, sumbangan dana sebesar Rp.2 juta untuk aksi dan membeli peralatan,” terang Boy.

Baik A maupun Soleh kata Boy, Mereka tau akan adanya aksi itu. Tapi, mereka itu tidak memberikan informasi sedikitpun pada petugas keamanan terkait aksi teroris tersebut.

“Beberapa target sasarannya, yakni Kantor Polda Jabar, Polres Cianjur, Pos lalu lintas yang berada di Buah Batu, Bandung. Ini merupakan wujud aksi balas dendam, dengan cara melakukan serangan balik pada petugas,” kata Boy.

Tim Densus 88 Antiteror berhasil menyita sebuah panci, 5 baterai, kabel, H2O2, bayclin, pembersih lantai, asam nitrat, racikan bom yang telah di lakukan disposal, termometer, dan tas ransel.

“Jadi, jangan sampai ada indikasi anggapan bahwa peristiwa ini adalah rekayasa. Ini adalah kelompok teroris anggota jaringan JAD,” tegas Boy. ***

Editor : Deni

Beritasatu.com