Ngaku Dari Shopee, Penipu Via Medsos Tipu Pengusaha Apotek Ini Hingga Puluhan Juta Rupiah

oleh -458 views
Maryam, korban penipuan via medsos yang tertipu total sebesar Rp 21.800.000, berikut foto screenshot laporan hasil pembajakan pengiriman uang dan juga pengisian pulsa pada nomor ponsel pelaku. Foto : Deni

TASIKMALAYA – Modus penipuan melalui media sosial (medsos) hingga saluran telepon dengan dalih iming-iming hadiah yang cukup menggiurkan, hingga saat ini semakin marak terjadi. Setiap kejadian penipuan dengan modus tersebut yang menimbulkan kerugian materi pada setiap korbannya, seakan tidak bisa dianggap sepele dan patut diusut tuntas oleh Aparat Penegak Hukum.

Modus penipuan tersebut kini dialami oleh korban seorang ibu muda bernama Maryam (43), asal Kampung Cideres, RT 019/009, Desa Sukamenak, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, yang merupakan pemilik toko Apotek Setia di Jalan Lawang Tonjong, Jamanis, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar).

Kejadian bermula saat Maryam (korban) tengah menjaga kasir ditoko apoteknya pada Sabtu 05/03/2022, sekitar kurang lebih pukul 15.00 WIB, ia mendadak mendapat panggilan telepon via WhatsApp dari nomor tidak dikenal yang memakai foto profil perusahaan toko online shopee. Setelah 2 kali panggilan masuk dan ke 3 kalinya diangkat oleh korban, penelpon tidak dikenal tersebut mengutarakan hadiah sebesar Rp 2000.000.

“Selamat sore bu, selamat yah ibu mendapatkan hadiah dari shopee sebesar Rp 2000.000. Untuk proses mendapatkan hadiahnya itu, ibu harus top up dulu sebesar Rp 2000.000 ke aplikasi Link Aja.” Begitu ucapan pelaku penipuan berkedok hadiah seperti diterangkan Maryam, saat dikunjungi Konten Indonesia diruang tamu kediamannya, Sabtu 05/03/2022 malam.

Setelah itu dikatakan Maryam, pelaku penipuan itu memaksa minta nomor One Time Password (OTP) akun shopee apa BRImo saya lupa, lalu saya di teleponin terus-terusan dan diminta buka BRImo saya Brilink, Link aja itu aplikasi Bank BRI. Saya diminta masukan Username dan Password juga, penipunya voice note mulu marah-marah minta saya nurutin apa kata dia. Tau kenapa saya gugup kaya kehipnotis gtu.

“Penipu itu memaksa-maksa minta nomor One Time Password (OTP) shopee apa BRImo punya saya ya saya lupa, saya diminta buka aplikasi BRImo saya, Brilink tadinyamah aplikasi Link aja itu yang aplikasi Bank BRI. Saya diminta masukan Username lah Passwordnya juga lah, penipunya voice note terus marah-marah saya harus nurutin apa katanya dia. Ngga tau tadi saya bingung, takut gugup juga kaya yang dihipnotis begtu.” Kata Maryam.

Saking gugup dan takutnya saya, terus Maryam, hingga saya juga sempat top up sebesar Rp 2000.000 yang disuruh-suruh penipu itu, kirim top up nya si ke nomor hp saya ujung-ujungnya ke Link Aja itu. Makanya saya juga bingung belum tau juga yang disuruh top up Rp 2000.000 itu masuknya kemana. Bahkan pas penipu itu minta saya masukin Username dan Password BRImo, saya sempat bilang, itu nanti gimana rekening saya. Dia bilang demi alloh bu ini ngga nipu bu, makanya saya percayanya bgtu ucapannya.

“Saking saya gugup, takut, saya sampai top up tuh sebesar Rp 2000.000 yang disuruh-suruh penipu, kirim top up nya si ke nomor hp saya ujungnya ke Link Aja Link Aja itu. Saya juga bingung belum tau yang disuruh top up Rp 2000.000 itu masuknya kemana. Pas penipu itu minta saya masukin Username dan Password BRImo, saya sempat bilang, itu nanti gimana rekening saya. Dia bilang demi alloh bu ini ngga nipu bu saya berani mati bu gitu bilangnya. Makanya saya percayanya.” Terangnya.

Maryam menambahkan, lama-kelamaan no penipu itu voice note mulu yang kaya marah-marah akhirnya saya curiga, lalu saya berangkat ke ATM BRI terdekat. Pas saya cek saldo ATM BRI saya ternyata iya saldo saya sebesar Rp 19.800.000 raib. Saldo saya asalnya ada Rp 19.800.000, pas penipu itu nelpon lagi saya tanyain, mas ko saldo saya hilang. Kata si penipunya malah nyuruh ngisi saldo lagi Rp 1.000.000 ke rekening saya, katanya untuk mancing agar saldo saya yang Rp 19.800.000 kembali lagi. Aneh, saya jadi takut.

“Lama-lama no penipu itu voice note mulu kaya marah-marah akhirnya saya curiga, lalu saya berangkat ke ATM BRI. Pas saya cek saldo ATM BRI ternyata saldo saya Rp 19.800.000 hilang. Asalnya saldo saya ada Rp 19.800.000. Terus pas penipu itu nelpon lagi saya tanyain, mas ko saldo saya hilang. Si penipunya malah nyuruh saya isi saldo lagi Rp 1.000.000 ke rekening saya, untuk mancing saldo saya yang Rp 19.800.000 kembali lagi katanya. Aneh saya, saya jadi takut.” Tambahnya.

Bahkan, Maryam meneruskan, saya juga dipaksa diminta aktipin pinjaman di akun aplikasi shopee saya yang Rp 9.000.000. Saya dipaksa-paksa juga harus ngisi pulsa nomornya dia sebesar Rp 500.000, akhirnya karena takut saya isi aja pulsanya yang Rp 15.000. penipu itu ada ngancam-ngancam juga, katanya kalo ibu tidak masukin yang Rp 1.000.000 ke rekening, saldo ibu semuanya tidak akan balik lagi. Pokonya voice note nya ngancam-ngancam marah-marah.

“Saya juga dipaksa-paksa diminta aktipin pinjaman di akun aplikasi shopee yang Rp 9.000.000. Saya dipaksa-paksa juga ngisi pulsa nomor dia sebesar Rp 500.000, akhirnya saya kan takut diisi aja pulsanya yang Rp 15.000. Penipu itu ada ngancam-ngancam marah-marah, katanya kalo ibu tidak masukin yang Rp 1.000.000 ke rekening, saldo ibu semuanya tidak akan balik lagi. Pokonya voice note nya ngancam-ngancam marah-marah.” Jelasnya.

Maryam berharap, semoga setiap kejadian penipuan via medsos seperti itu dan juga para pelaku penipuannya bisa dilacak dan ditangkap hingga akar-akarnya oleh Aparat Penegak Hukum. Saya yakin korban penipuan berkedok iming-iming hadiah dan mengaku dari perusahaan manapun, itu bukan hanya saya sajah, melainkan pastinya banyak korban yang tertipu, apalagi terhadap kaum perempuan seperti saya, gampang takut, gugup ngeri deh.

“Semoga setiap penipuan via medsos seperti itu dan para pelaku penipuannya bisa dilacak dan ditangkap hingga akar-akarnya oleh Aparat Penegak Hukum. Saya yakin korban penipuan berkedok iming-iming hadiahnya yang mengaku dari perusahaan, itu korbannya bukan hanya saya ajah, pastinya banyak korban yang tertipu, apalagi terhadap kaum perempuan, yang gampang takut, gampang gugup. Takut ngeri deh.” Pungkasnya

Hingga berita ini diturunkan, Konten Indonesia belum mendapat keterangan resmi dari pihak manajemen perusahaan toko online shopee yang nama perusahaannya dicatut oleh terduga pelaku penipuan terkait.

 

 

Reporter : Deni