Kerap Gondol Besi Tower PGN, Hamdani Alias Utun Diringkus Jajaran Polsek Cikarang Pusat

oleh -119 views
Kapolsek Cikarang Pusat Beserta jajaran saat menunjukan Barang bukti yang digunakan untuk memotong besi penyangga tower PGN. Foto: Saripudin

BEKASI – Hamdani alias Utun yang kesehariannya bekerja serabutan, kini harus mendekam dijeruji besi Polsek Cikarang Pusat, setelah ditangkap lantaran aksinya kerap kali mencuri besi penyangga tiang Pipa Gas Negara (PGN) di kampung Cilampayan, Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

“Besi tower yang sudah terpasang untuk penyangga pipa gas dipotong – potong dengan menggunakan alat. Alatnya seperti tabung gas, selang, regulator, alat pemotong besi memang  sudah disiapkan oleh tersangka Yusuf,” kata Kapolsek Cikarang Pusat, AKP Somantri, (Kamis,16/08/2019).

Menurut AKP Somantri, pelaku beraksi pada malam hari dengan mengendarai mobil pick up, sambil membawa peralatan pemotong besi. Karena suasana yang sepi, ditambah sipelaku tidak jauh tinggal nya dari TKP jadi mereka memang sudah betul – betul paham keadaan di TKP.
“Satu kali beraksi mereka bisa mendapatkan uang sebesar Rp 780.000,-. Itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Menurut AKP Somantri, perbuatan ini sangat membahayakan masyarakat sekitar karna apabila penyangga tower ambruk maka akan terjadi hal yang lebih buruk dampaknya, bahkan bukan hanya lingkungan namun bisa berdampak keseluruh daerah, pasalnya aliran Gas yang menyeluruh.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan 1 unit pick up, 1 buah tabung oksigen, 1 buah tabung gas ukuran 3 kilogram, selang gas, regulator, stang las, timbangan duduk dan 1 buah potongan  besi siku,
Sementara itu, pelaku Hamdani mengatakan ia mengetahui adanya penyangga Pipa Gas Negara lantaran berdekatan dengan rumahnya. Ia beraksi sekitar pukul 11:00 hingga 02:00 dini hari.

“Itu kan dekat dengan rumah jadi saya tahu, sekali ambil besi kalau dijual, ya Rp 700-an ribu, hasilnya kami bagi, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.
Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dan 480 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Penulis: Saripudin