Sempat Buron, Miryam Mengaku Sedang Liburan

oleh -58 views
Tersangka kasus dugaan memberi keterangan palsu dalam persidangan KTP-Elektronik Miryam S Haryani menggunakan rompi tahanan KPK dikawal petugas ketika keluar dari Gedung Merah Putih, KPK, Jakarta, Senin (1/5) malam. KPK resmi menahan mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Hanura yang sebelumnya menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) KPK dan ditangkap dini hari tadi ke Rutan KPK di gedung KPK lama. konten Jabar / Antara

JAKARTA – Mantan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Hanura, Miryam S Haryani, akhirnya berhasil di tangkap tim Satgas kepolisian, Senin 01 Mei 2017 dini hari. Miryam di tangkap setelah empat hari di tetapkan sebagai buronan KPK atas kasus dugaan pemberian keterangan tidak benar di persidangan.

Usai di tangkap, Miryam di serahkan pihak kepolisian kepada KPK yang langsung memeriksanya secara intensif. Setelah di periksa, Miryam pun di jebloskan ke sel tahanan.

Kepada awak media, Miryam mengaku tidak ada pihak yang menyuruhnya melarikan diri. Miryam mengklaim, selama menjadi buronan, ia sedang berliburan bersama keluarganya.

“Enggak (ada yang menyuruh). Saya lagi liburan sama anak-anak,” kata Miryam usai di periksa penyidik di Gedung KPK, Jakarta, Senin 01 Mei 2017 malam.

Namun, Miryam enggan menjelaskan lebih jauh mengenai proses hukum yang menjeratnya. Miryam menyerahkan proses hukum yang di hadapinya kepada tim pengacara.

“Ke lawyer saya saja ya,” katanya.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, tim penyidik menahan Miryam di Rutan Klas I Jakarta Timur cabang KPK. Setidaknya, Miryam akan mendekam di Rutan KPK selama 20 hari.

“Untuk tersangka MSH (Miryam S Haryani) di lakukan penahanan untuk 20 hari ke depan di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang KPK,” katanya.

Miryam di ketahui di tetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan pemberian keterangan tidak benar di persidangan perkara dugaan korupsi. Dalam mengusut kasus ini, tim penyidik telah bekali-kali memanggil Miryam untuk di periksa. Namun, Miryam tak pernah memenuhi panggilan tersebut.

Atas sikap Miryam ini, KPK mengirim surat daftar pencarian orang (DPO) atas nama Miryam kepada kepolisian dan Interpol pada Kamis 27 April 2017. Empat hari berselang atau pada Senin 01 Mei 2017 dini hari, tim kepolisian menangkap Miryam di kawasan Kemang, Jakarta. Setelah di periksa, Miryam pun di serahkan kepada KPK.***

(Deni)

 

 

Suara Pembaruan