Wartawan Dilaporkan ke Polisi, DPRD Lebak Angkat Bicara : Mereka Tak Salah

oleh -269 views

LEBAK BANTEN, kontenindonesia – Viralnya pemberitaan di media sosial tentang oknum Jaksa dari kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak yang melaporkan tiga (3) orang wartawan Radar24 dan seorang pejabat Kemenag, membuat Anggota DPRD Lebak Musa Weliansyah dari fraksi PPP angkat bicara.

Musa Weliansyah merasa prihatin dan siap Pasangbadan medampingi kasus merasa prihatin atas laporan yang dilakukan Kasi Intel Kejari Lebak “Saya melihat dari isi berita, disitu sudah ada hak jawab yang dilakukan oleh berinisial KO selaku kasi Intel Kejari Lebak, dan seharusnya pihak pelapor paham, bila ada kesalahan dalam pemberitaan maka yang diduga merasa dirugikan oleh pemberitaan harus melayangkan surat dulu ke Dewan Pers selaku Dewan yang menangani seluruh perusahaan Pers di Indonesia,” kata Musa Weliansyah Politisi Fraksi PPP, Jumat, (12/3/21).

Menurutnya apa yang disampaikan oleh pejabat Kemenag, Musa bukanlah fitnah “Itu bukanlah pencemaran nama baik dan bukan fitnah. Karena dia memiliki bukti WA” lanjutnya,  terlepas siapapun orangnya ada orang yang mengatasnamakan oknum jaksa “Saya kira tidak ada yang salah dalam konteks,” ujar politisi PPP.

Sementara itu, Musa meyakini ada kekeliruan “Jika memang terkait sebuah pemberitaan karena ini menyangkut Undang -undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) kenapa harus lapor ke Polres Lebak” kata Musa tegasnya menyangkut kasus ITE itu melapornya ke Polda untuk wilayah Banten.

“Untuk itu, saya minta kepada Polres dan Kasat Reskrim Polres Lebak harusnya mengkaji terlebih dahulu apa yang dilaporkan oleh Kasi Intel Kejari Lebak. Ketika dia melaporkan pencemaran nama baik dan fitnah berdasarkan UU ITE maka harusnya Polres Lebak menyarankan pelapor agar melaporkannya ke Unit Siber Polda Banten jangan langsung menangani laporan tersebut ” ujarnya, meski begitu, membuat laporan itu adalah hak dan kewajiban semua warga negara. Menurut Musa, dalam persoalan ini, Polres Lebak harus memilah dan memilih terlebih dulu laporan tersebut.

“Kalau betul yang dilaporkan itu pencemaran nama baik atau fitnah unsur pidana itu masuk UU ITE karena melalui Media. Namun demikian, saya sangat menyayangkan kenapa ko yang ia laporkan narasumber dan ketiga wartawan tersebut,” jelas Musa.

” Ini adalah bentuk kekeliruan yang sangat luar biasa bagi saya dan saya sendiri merasa kecewa dengan tindakan ini, selaku wakil rakyat saya bersama Fraksi PPP bersedia untuk membantu para terlapor,” tegas Musa, karena jika dibiarkan jangan sampai nanti semua pemberitaan di anggap fitnah dan pencemaran nama baik “Wartawan itu kan dilindungi, dan saya kira dari kalimatnya enggak ada yang salah, dari isi berita tidak menyudutkan adanya pencemaran baik, dalam kalimatnya kan itu, menduga ada sumber “. Musa berkesimpulan menjadi lucu, pesimis, dan aneh kalau memang yang dilaporkannya itu narasumber dan 3 orang wartawan. Kemudian, melaporkannya ke Polres bukan ke Polda, lantaran menyangkut UU ITE saya kira seorang jaksa lebih paham dan tau.

Untuk itu seharusnya, kata Musa, Polres Lebak harus mempelajari terlebih dahulu jangan langsung menangani “Kalau memang ini ingin diluruskan tinggal dilihat saja bukti WhatShapnya ada, dan jelas mengatasnamakan seorang pejabat kejaksaan, saya kira apa yang dicemarkan. Adapun oknum siapa pelakunya apakah itu betul oknum jaksa atau orang lain yang mengatasnamakan oknum jaksa, ya tinggal dibuktikan,” terang Musa.

Kontributor : Supriyanto

Editor            : Abraham