Penderita Rematik Tersiksa Saat Memasak, Ini Solusinya

oleh -45 views
Seorang wanita sedang memasak. KONTEN INDONESIA / Ilustrasi Istimewa

KONTEN INDONESIA.COM – Memasakukup  adalah kegiatan sehari-hari yang menyenangkan buat banyak orang. Lain dengan penderita radang sendi atau arthritis, memasak bisa menjadi kegiatan yang cmenyiksa.

Chef Seamus Mullen, yang pernah mengisi acara televisi The Next Iron Chef dan beberapa acara lainnya mengatakan, ada cara-cara yang akan membuat kehidupan di dapur jadi lebih mudah buat para penderita radang sendi. Beberapa tahun lalu, Mullen pernah merasa lelah sepanjang waktu, badan nyeri, dan secara umum merasa tidak sehat.

Rasa sakit parah di bagian bahu membawa Mullen berkali-kali masuk rumah sakit, yang pada setiap kunjungannya selalu mendapatkan obat pereda sakit atau steroid. Suatu hari, serangan rasa sakit di pinggul membuatnya tak bisa berdiri. Ia didiagnosis menderita radang sendi rematik, kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan persendian.

Karena pernah mengalaminya, Mullen jadi paham bagaimana sulitnya beraktivitas di dapur dengan kondisi tersebut. Kepada Live Science, ia membagi tipnya buat penderita penyakit serupa agar tetap bisa meneruskan kegiatan di dapur.

1.Gunakan food processor dan pisau yang tajam
Memotong dan mengiris bahan makanan bisa sangat menyulitkan dan menyakitkan. “Buat mereka yang mengalami peradangan, gerakan berulang sangat membutuhkan perjuangan,” kata Mullen.

Penggunaan food processor dan pisau berkualitas baik akan memudahkan pekerjaan memotong tersebut. Menurut Mullen, pisau yang tumpul hanya akan membuat pekerjaan semakin sulit dan bisa menyebabkan kecelakaan.

2.Cegah talenan meleset
Memegang makanan saat dipotong juga sangat menyulitkan. Taruh kertas tisu basah di bawah talenan agar tidak bergeser atau meleset.

3.Gunakan alas kaki
Berdiri di lantai yang keras akan membuat punggung sakit. Untuk mengatasinya gunakan beberapa lapis alas lantai. Menurut Mullen, alas lantai itu sangat membantu karena mampu meredam guncangan, memberikan keseimbangan, dan mengurangi tekanan pada kaki dan punggung.

4.Atur akses di dapur
Pikirkan lagi soal tempat meletakkan bahan-bahan makanan yang sering digunakan, taruhlah di tempat yang mudah dijangkau. Contohnya, jangan taruh bahan-bahan yang sering digunakan di bagian bawah karena akan membuat kita banyak membungkuk untuk mengambilnya.

5.Hindari mengangkat berat
Bila kita menyimpan bahan-bahan makanan dalam jumlah banyak di satu tempat, sebaiknya bahan-bahan tersebut dipisah-pisah ke beberapa tempat agar tidak terlalu berat saat mengangkatnya sehingga berbahaya buat persendian.***

(DENI)

 

 

SUMBER : TEMPO.CO