Menyikapi Pembicaraan Menteri Srimulyani Pada Pertemuan Menteri Keuangan dan Bank Central 

oleh -140 views

TASIKMALAYA – Bicara di luar konteks G 20, Climate Change and Enviromental Cooperation. Tidak ada sangkut paut dengan Sustainable Finance apa konsepnya ?

Dasar Monetary and Finance adalah Money, Bank and Finance.
Bank Central keluarkan SBN yang jamin Negara baru dapat dana selanjutnya Finance SBN di trading bisa perusahaan finance atau bank. Utang Negara di Catat di BANK OF INTERNATIONAL SETTLENT ( BIS ) sebagai utang luar negeri di setiap negara.

Jadi pertemuan di Bali cuma kosmetik dan lip service untuk masyarakat karena tidak semua paham monetary and finance. Pikir secara logik aja sampai ada hutang luar negeri artinya non good governance atau mismanagement.

Sebaiknya selesaikan urusan pertanggung jawaban terhadap Grantor terkait 1997 /2001 dan sesuai data yang ada didokumen COMITE 300 ASBLP 03.30 2012 kalau mau mendapat solusi yang benar mengatasi inflasi dan kehancuran ekonomi global. Selesaikan hutang semua Negara terhadap Grantor INA 18 LADY OFROSSE.

Projek PHOENIX semua bisa di selesaikan dengan baik dan benar terlepas saat ini Grantor Mk Bambang Utomo sudah meninggal dunia kan ada penerus Hirarki Trust Guarante International.

Menurut saya acara G20 di Bali tidak akan bisa mengatasi masalah kalau tetaap memakai sistem yang tidak sesuai ketetapan INA 18 sebagai Grantor.

Sudahlah jangan terus bersandiwara
yang bener selesaikan hutang semua Negara khususnya Negara anggota G20 sebagai mana yang disampaikan petugas IMF kalau sekedar buang waktu dan ngabisin anggaran buat apa pikirkan dengan bijak kondisi semua Negara saat ini sedang berjalan dalam gelombang Tsunami Inflasi dan hutang semua Negara terus menumpuk
dan perekonomian masyarakat semakin sulit, rakyat semua sudah pada ngerti dan paham.

Apapun sandiwara dan pernyataan tidak bisa mengubah kenyataan faktanya ekonomi semakin terpuruk hutang numpuk harga melambung serba mahal
semua merasakan, dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar semakin melemah kurang lebih Rp15000/ 1 USD, Jadi apa yang bisa membuat rakyat bisa percaya dengan semua pernyataan ekonomi membaik darimana liatnya devisa neningkat, dari mana hitungnya.

Sekali lagi saya minta agar semua sadar diri dan menyadari yang membuat saya Geli ketika masalah BBM naik harga dengan menyalahkan Perang Rusia Ukraina, apa urusannya segitu jauhnya, bukannya di dalam Negeri banyak pengeboran Migas yang didapat.

Indonesia Rusia Itu Jauh bu, Ga ada kaitannya dengan kehancuran ekonomi Indonesia, Jadi sebaiknya jangan mengambing hitamkan Negara lain dengan kegagalan karena salah kelola Negara.

Dan perlu diketahui anggal 17 Juli adalah Hari Pengadilan International yang seharusnya semua Negara memperingati dengan hidmat minimal dihari tgl 17 Juli Tegakkan Hukum dengan Adil dan Benar dengan penuh kebijaksanaan.

Jujurlah masalah semua Negara saat ini adalah urusan duit, urusan hutang, selesaikan masalah bukan mencari masalah, atasi masalah dengan solusi yang benar. Semoga tulisan ini menjadi bahan Eevaluasi buat semua pejabat disemua Negara terutama semua MENKU , Semua GUBERNUR BANK Central Negara, dan Semua Presiden terutama anggota G20.

Ingat ya !
Selama ini Konsep Money, Bank dan finance Telah Dilakukan Penyimpangan Jelas Itu adalah Pembohongan. Ada World Bank, IMF dan BIS Jadi Itu Jelas Salah Keluar Dari Sistem Keuangan Yang Sebenarnya Atau Perubahan Dengan Keinginan Siapa ?
Atau Konspirasi Siapa? yang Terjadi Antar Negara Saat Ini/ Pemerintah
Jelas Sangat Merugikan Dan Menghancurkan Ekonomi, Buktinya Saat ini Siapa Yang Bertangung Jawab. Maka Hentikan Sandiwara Bikin Aturan Dalam aturan Bikin Sistem Dalam Sistem Yg Sengaja Merubah Ketetapan hukum Yang Sudah Ada Ini lah Hasilnya Tsunami Inflasi Dan Resesi
Terus apa Solusinya ?
Dan Siapa Yang Bertanggung Jawab Ketika Kehancuran Ini Sudah Terjadi
Maka Jangan Merasa paling hebat Buktikan Kehebatan itu Kalau memang Hebat atasi keuangan ,Hilangkan inflasi Dan Resesi Lunasi.

 

Ditulis
Sultan Patrakusumah VIII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.