Jangan Asal Keren, Begini Cara Memilih Sepatu Lari Yang Tepat

oleh -103 views
Satu keluarga yang sedang asik olahraga (Lari). KONTEN INDONESIA / ILUSTRASI ISTIMEWA

KONTEN INDONESIA.COM – Baru mulai berlari atau  akan membeli sepasang sepatu lari yang baru??? Jangan memilih sepatu hanya karena penampilannya yang keren saja. Perhatikan juga pronation dan underpronation saat membeli sepatu lari atau sepatu olahraga.

Keduanya, baik pronation maupun underpronation sama-sama berbicara mengenai kebutuhan tubuh saat melangkah kekuatan dan kelemahan. Underpronation adalah posisi telapak kaki yang menapak diawali dengan tumit, di lanjutkan dengan bagian sisi samping kiri luar dan jari kaki bagian luar. Biasanya pendaratan seperti ini rentan cedera khususnya saat melakukan lari jarak jauh.

Ada juga istilah overpronation yang di gunakan untuk posisi telapak kaki yang menapak di awali menggunakan tumit, di lanjutkan dengan bagian samping luar kaki, baru ke ujung kaki bagian luar.

Jika pronation (cara telapak kaki Anda menapak pada atas tanah saat berjalan atau berlari) kaki Anda berjenis overpronation berarti Anda membutuhkan sepatu dengan bantalan lebih tebal dan keras pada bagian tengah sepatu.

Adapun neutral arch, berarti posisi telapak kaki yang mendarat di awali dengan tumit, di lanjutkan dengan bagian tengah, kemudian bagian bawah jari kaki.

Tidak yakin dengan tipe pronation Anda??? Tidak perlu khawatir.

“Bawa sepatu lari yang biasa Anda gunakan ke toko sepatu terdekat. Bantalan di bawah sepatu merupakan petunjuk utama untuk menentukan sepatu apa yang sesuai dengan pronation Anda,” ujar Elizabeth Corkum, pelatih lari dari New York, Amerika Serikat.

Cara terbaik untuk mengetahuinya, adalah melalui analisa saat berlari di atas treadmill. Faktanya, cara berlari setiap orang berbeda-beda, ada beberapa faktor yang memengaruhi cara berlari masing-masing orang.

Bagaimana jika tidak memiliki waktu luang untuk mengunjungi toko sepatu??? Cek tinggi dan berat badannya.

Menurut Corkum, tinggi dan berat badan seseorang menentukan apakah orang tersebut butuh bantalan tambahan atau tidak. Sebab, tinggi dan berat badan meningkatkan ketegangan pada sendi-sendi.

“Nyeri pada telapak kaki terkadang menjadi pertanda bahwa seseorang butuh bantalan tambahan. Platar fasciitis kerap dialami oleh mereka dengan telapak kaki terlalu melengkung atau terlalu datar, rata dengan tanah saat menapak,” katanya.

Perhatikan juga lingkungan sekitar.  Jika Anda hanya sesekali saja berolahraga lari, Anda mungkin tak membutuuhkan bantalan tambahan. “Namun bagi pelari jarak jauh (maraton) yang melakukan latihan di trotoar atau jalan (permukaan keras dan tidak rata) biasanya membutuhkan bantalan yang lebih stabil,” kata Corkum.

Untuk dapat menemukan sepatu lari yang nyaman digunakan dalam waktu lama, perhatikan bentuk telapak kaki dan pola pronation kaki Anda. Hal tersebut juga berfungsi untuk mencegah cedera saat berlari.***

(DENI)

 

 

SUMBER : TEMPO.CO