Tiga Siswi SMPN 2 Pasawahan Sabet Medali Emas Perak Dan Perunggu Ajang Pencak Silat

oleh -210 views
Tiga remaja putri SMPN 2 Pasawahan berhasil meraih medali emas perak dan perunggu dalam Kejuaraan pencak Silat terbuka antar pelajar tingkat SD, SMP, SMA, mahasiswa Paku Bumi open VI 2019 se- Nasional Asia dan Eropa, Piala bergilir Mayjend TNI (Purn) DR (HC) H. Eddie M Nalapraya . Foto : M. Dofir Ibrahim

KAB PURWAKARTA – Prestasi membanggakan dunia pendidikan kabupaten Purwakarta dalam ajang pencak silat berhasil diraih. Tiga remaja putri dari SMPN 2 Pasawahan berhasil meraih medali emas ,perak dan perunggu dalam Kejuaraan pencak Silat terbuka antar pelajar tingkat SD, SMP, SMA, mahasiswa Paku Bumi open VI 2019 se- Nasional Asia dan Eropa, Piala bergilir Mayjend TNI (Purn) DR (HC) H. Eddie M Nalapraya yang diselenggarakan pada kamis 31 januari sampai minggu 3 februari 2019 di GOR Padjajaran dan GOR Tri lomba juang Bandung Jawa Barat oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

Ketiga nama remaja putri dari SMPN 2 Pasawahan yakni, Siti salma najla hanifah (emas), Dita Indiyani (Perak) dan Titin Yunengsih (perunggu).

“Ini keberhasilan bersama, karena kita melakukan pembinaan juga secara bersama-sama, dalam menjalankan hal apapun kita selalu gotong- royong, bersinergi antara satu dengan yang lainnya”, ungkap Cahya Andriani, kepala sekolah SMPN 2 Pasawahan, Senin 4/2/2019, dikantornya.

Meski demikian Cahya Andriani mengaku jika masih banyak kekurangan dan terus memerlukan bimbingan.

“Masih banyak yang perlu terus mesti diperbaiki, agar kami bisa menjadi lebih baik. Do’a, dukungan dan saran sangat kami perlukan, sebab jujur kami masih perlu banyak belajar dan bimbingan”, jelasnya.

Sementara untuk kegiatan lain yang saat ini semakin aktif digalakkan SMP 2 Pasawahan adalah patroli keamanan sekolah (PKS), agar kedisiplinan khususnya setelah bertambahnya siswa setelah adanya merger kian kondusif.

“Kami saat ini semakin galakkan program Patroli keamanan siswa (PKS), apalagi jumlah murid setelah adanya marger kian bertambah banyak, juga kan sekolah sekarang ada dua shift pagi dan siang, karena ada tambahan 10 rombel pada sekolah kami”, pungkas Cahya.

 

 

 

Penulis : M. Dofir Ibrahim