Dana Desa Diduga Ada Penyelewengan, Warga Minta Kseseriusan BPK Dan KPK

oleh -77 views
Ilustrasi anggaran bantuan Dana Desa (DD). Konten Jabar / Dokumentasi

MUKOMUKO, BENGKULU – Warga Desa Talang Baru, Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sengaja meminta kepada pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan (KPK) serta intansi lainnya untuk menelusuri penggunaan atau pengalokasian Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016 di Desa Talang Baru. Pasalnya, pemerintah desa setempat dalam penggunaan DD tersebut seolah tertutup dan tidak transparansi. Sehingga, banyak warga masyarakat menduga Dana Desa tersebut di jadikan proyek oleh pemdes setempat dalam mencari keuntungan.

Supratman, salah seorang warga Desa Talang Baru tersebut, menduga Pemerintah Desa Talang Baru sudah menyalahi wewenang dan jabatannya, sebab, dalam pengangkatan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) di desa, kades menunjuk sekdesnya menjadi ketua TPK.

“Masa dalam waktu satu tahun Ketua TPK di angkat selama dua kali. pertama Sekdes jadi ketua TPK, lalu masalah ini sudah tercium akan kusut maka di angkatlah ketua TPK yang baru. Padahal item pekerjaan sudah selesai. Ini sepertinya ada unsur kesengajaan ingin menjebak ketua TPK yang baru. Selain itu, anggota TPK juga tidak mengetahui jika dirinya masuk menjadi anggota TPK desa, hal ini baru di ketahui saat di bacakan oleh inspektorat ,” ungkap Supratman kepada Kontenjabar.com, Kamis 25 Mei 2017.

Supratman menjelaskan, untuk setiap item dan penggunaan anggarannya, hanya di ketahui oleh Kepala Desa dan ketua TPK yang lama, sedangkan ketua TPK yang baru hanya di jadikan sebagai pelengkap administrasi meraka saja dalam pelaporan penggunaan dana desa.

“kita menduga ini ada anggaran yang di selewengkan oleh Kades dan sekdes (ketua TPK lama red), sebab ketua TPK yang baru itu di angkat setelah item pekerjaan selesai, dan hanya di jadikan pelengkap untuk melaporkan penggunaan DD tahun 2016,” terang Supratman.

Selain itu, di katakan Supratman, untuk anggaran tahun 2017, APBdes Desa Talang Baru belum selesai, namun pekerjaan sudah di mulai lebih dulu oleh oknum kades tanpa melibatkan TPK. Jika DD tersebut cair dan akan di gunakan untuk membuat rabat beton dan pengoralan jalan. Diharapkan pihak-pihak terkait bisa menelusuri penggunaan DD tahun 2016, serta mengawasi anggaran 2017 ini.

“Nah untuk 2017 sendiri kades sudah mendahului anggaran, kemudian kades di duga menggunakan kas Gapoktan untuk menalang dana tersebut. kalau tidak salah untuk anggaran tahun ini DD akan di gunakan untuk membangun Jalan Rabat Beton dan Pengoralan JUT yang sudah ada. Untuk Itu kami minta pihak terkait, seperti BPK, KPK Inspektorat dan intansi lainnya agar bisa bekerja dengan baik guna menelusuri penggunaan dana desa tahun 2016 lalu. Dan untuk tahun 2017 di harapkan dari pihak pemda serta intansi dinas yang terkait memantau dan mengawasi hal tersebut supaya tidak terjadi seperti 2016,” harap Supratman.

Sementara itu, Kades Talang Baru, Dahri Iskandar, membantah jika dirinya menjadikan Dana Desa tersebut sebagai proyek dalam mencari keuntungan pribadi. Namun, ia membenarkan bahwa 2016 lalu mengangkat Sekdesnya menjadi ketua TPK. Untuk 2017, ia juga mengaku sudah mengangkut matrial berupa sirtu, yang rencananya akan di gunakan untuk membangun rabat beton di desanya.

“Iya 2016 itu kami sama menunjuk sekdes menjadi ketua TPK, dan itu merupakan hasil musyawarah desa. Pengakat Sekdes menjadi ketua TPK, mungkin itu lantaran ketidaktahuan saya tentang aturan pengakatan TPK, sebab saat itu saya baru di lantik menjadi kepala desa. Pada akhir tahun 2016 lalu kami kembali mengakat ketua TPK yang baru, lantaran saya sudah mendapatkan petunjuk dalam pengakatan ketua TPK dan anggotanya. Dan itu tidak ada unsur kesengajaan saya untuk memanfaatkan demi kepentingan pribadi. Untuk 2017 saya memang sudah mengakut matrial berupa sirtu, dan itu menggunakan dana pribadi dan hanya membayar upah angkut saja dan tidak ada dana lain,’’ Pungkas Kades kepada wartawan Kontenjabar.com ketika di temui di kediamannya pada Rabu 24 Mei kemarin.

(Edi Supri)

Editor : Deni

 

 

Kontenjabar.com