Di Aceh Timur, Masih Ada Warga Yang Tinggal Digubuk Reot

oleh -149 views
Kondisi rumah Rusna (40), warga gampong Bandrong, Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur yang hampir roboh dan belum mendapatkan bantuan. Foto : Zulkifli

ACEH TIMUR  —  Rusna (40) Warga Gampong Bandrong, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh telah lama tinggal di gubuk reot bersama putra semata wayangnya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sejak 2009 silam. Senin, 17 February 2020.

Ironisnya, hingga kini Janda satu anak itu tidak tersentuh bantuan apapun dari Pemerintah setempat.

Rusna telah pisah dengan sang suami sejak anaknya berumur 2 bulan. Berkat kegigihan dan kesabarannya, kini putra semata wayangnya itu sudah beranjak remaja dan duduk dibangku sekolah Dasar, kelas 4. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, Ia bekerja serabutan dan berharap dari belas kasih para tetanggaNya.

Tempat tinggal Rusna bersama putranya (Muhammad Sarong) digubuk kecil dan reot ukuran 3×6  berdinding pelepah rumbia yang telah usang dengan atap rumbia yang telah bocor. Kini gubuk tersebut juga sudah hampir roboh.

“Saya tinggal bersama anak saya, sejak tahun 2009 lalu, untuk bantuan dari Pemerintah saat ini kami juga belum dapat.” Kata Rusna.

Harapan saya, semoga ada pihak-pihak yang bermurah hati dan mau membantu keluarga kami ini,” Pungkas Rusna.

Sementara itu, Masdar, selaku Keuchik Gampong Bandrong, Kecamatan Pereulak, Kabupaten Aceh Timur saat dikonformasi wartawan mengatakan, bahwa pihaknya bersama kepala dusun setempat sudah berupaya untuk mencari rumah rumah duafa, namun belum kunjung sapat.

Selain itu, Masdar mengaku juga baru menjabat sebagai keuchik pada tahun 2019 lalu, sehingga program rehab rumah menggunakan dana desa baru bisa dikerjaakan pertengahan tahun 2020 mendatang.

“Upaya yang lain telah kita lakukan beberapa kali, seperti mengajukan profosal bantuan rumah Duafa ke Provinsi , namun hingga kini belum juga turun. KataNya.

Sementara untuk program rehab rumah menggunakan Anggran Dana Desa ditahun 2020 sudah kita alokasikan, namun untuk sekarang juga belum bisa dibuat, karna dananya belum cair.” Pungkas Masdar. (*).

 

Penulis : Zulkifli