Kecelakaan Beruntun Di Puncak. Menhub Budi: Benahi Semua Bus Umum

oleh -58 views
Sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun di jalan Raya Puncak tepatnya di turunan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, 22 April 2017. Konten Jabar / Foto Istimewa

JAKARTA – Kecelakaan fatal antara bus HS Transport yang mengalami rem blong dan menabrak 6 mobil serta 2 sepeda motor, pada Sabtu 22 April 2017, di sesalkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Kecelakaan fatal tersebut terjadi saat bus HS Transport laju menuju Jakarta dan ketika di turunan Selarong, Jalan Raya Puncak, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Menhub Budi menyesalkan adanya kejadian itu, dan akan melakukan pembenahan secara menyeluruh terhadap layanan angkutan bus umum.

“Saya menyampaikan sangat prihatin dan juga penyesalan yang mendalam atas kejadian kecelakaan itu. Kita akan mengklarifikasi apa yang di lakukan, apa yang menyebabkan kondisi itu, apabila terjadi pelanggaran berat maka kami menyarankan pihak kepolisian untuk menindak secara tegas,” kata Budi kepada wartawan, pada Minggu 23 April 217 siang, usai meninjau kapal ekspedisi asing berkapasitas 8.500 teus di Dermaga JICT Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Budi menyebut, Pihaknya sudah meminta Ditjen Perhubungan Darat dan Korlantas Polri untuk menyelidiki dan menindak apabila hasil dari olah tempat kejadian perkara (TKP) ada kelalaian prosedur yang di lakukan petugas bus.

“Hal lain menjadi pelajaran kita untuk secara lebih detail bekerja sama dengan polisi untuk menertibkan bus-bus seperti itu, agar lebih baik kedepannya,” ucap Budi.

Dalam kecelakaan yang menyebabkan sedikitnya 4 orang tewas dan belasan orang mengalami luka berat dan luka ringan itu, kembali menambah wajah buruk dari transportasi darat khususnya bus antar kota antar provinsi yang banyak kurang terawat sehingga mengabaikan keselamatan jiwa penumpang.

“Kita akan lakukan ram check, kita lakukan klarifikasi terhadap sopir-sopir bus agar mereka lebih mengendarai dengan mengutamakan keselamatan. Perusahaan bus jika terbukti lalai kita berikan sanksi tegas,” tambah Budi yang merupakan mantan Dirut Jakpro itu.***

(Deni)

 

 

Suara Pembaruan