Kesal Dilarang Pesta Miras, Pemuda Desa Malah Bunuh Diri

oleh -48 views
Ilustrasi

KENDARI – Abbri Sasela (21), pemuda Desa Sambuara I, Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Karuan saja, kematian dengan cara tragis itu menghebohkan warga sekitar. Saat itu, korban pertama kali ditemukan ayahnya, Dolpi Sasela di perkebunan Sungai Natu, Desa Sambuara I,Selasa, 28 Agustus 2018 sekitar pukul 07.00 Wita.

Maria Aluseda, ibunda korban menjelaskan, malam itu sebelum kejadian korban mengkonsumsi miras (minuman keras) jenis cap tikus bersama teman-temannya, di rumah. Sesaat usai minum, dia menegur korban agar tidak mabuk-mabukan lagi.

Usai mendapat teguran tersebut, korban mengatakan, “Lebe bae kita mati jo, mo bunuh diri, dari pada cuma mo beking malo pa mama deng papa”, (Lebih baik saya mati, mau bunuh diri, dari pada hanya bikin malu mama dan papa).

Setelah itu kata Maria, korban mengambil tas ransel warna cokelat miliknya, lalu pergi menuju kebun milik orang tuanya. Pagi harinya, sang ayah pergi ke kebun. Tak sedikit pun menaruh curiga atas ulah anaknya tersebut.

Namun bak disambar petir, Dolpi sangat terkejut ketika mendapati anaknya sudah dalam keadaan tergantung pada seutas tali nilon yang diikat di cabang pohon cengkih. Sambil bercucuran air mata, Dolpi berlari menuju kampung yang berjarak tempuh sekitar 15 menit, lalu memberitahukan kejadian ini kepada keluarganya dan Kepala Desa Sambuara, Hengki Lalimbat, serta pihak kepolisian.

Kapolsek Essang, Iptu Dekmar Lerah membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kami mendatangi dan melakukan olah TKP, serta membuat permintaan visum et repertum,” pungkasnya.****

Sumber : MNC Grup

Editor : Hens Pradhana