Pembangunan Jalan Tol PasPro Diduga Menyalahi Aturan, 20 LSM Berencana Demo PT. Waskita Karya

oleh -139 views
Sejumlah pentolan tinggi pengurus dari 20 LSM yang tergabung dalam Forum Komunikasi LSM Pasuruan – Probolinggo (PASPRO), Jawa Timur (Jatim), saat menunjukan surat pernyataan sikap gelar aksi unjukrasa turun ke jalan pekan depan. KONTEN INDONESIA / Foto Istimewa

PROBOLINGGO – Kurang lebih 20 LSM yang tergabung dalam Forum Komunikasi LSM Pasuruan – Probolinggo, (PASPRO), Jawa Timur (Jatim), meminta pihak PT. WASKITA Karya selaku pelaksana proyek pembangunan Jalan Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro), untuk menolak keras pembelian sirtu maupun tanah urug kepada penambang liar atau ilegal maupun yang surat ijinnya masih dalam proses. Salah satu dari ketiga tuntutan Paspro, akan disampaikan saat FKLSM Paspro melakukan aksi turun ke jalan yang rencananya akan dilaksanakan pada Jum’at, 03 Nopember 2017 mendatang.

Dua tuntutan lainnya yakni mendesak kepada pelaksana pembangunan Jalan Tol PasPro agar segera melakukan perbaikan jalan-jalan yang rusak akibat dilintasi armada beratnya yang dinilai melebihi kapasitas (Tonase). Kemudian, mendesak kepada pelaksana pembangunan Jalan Tol PasPro agar tidak mengabaikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Artinya, penambang yang telah diperlakukan khusus dengan SK Presiden dan Dirjen Kementrian PU, tidak serta merta harus melanggar undang-undang di atasnya,” tegas Sudarsono S. Pd, Ketua Koordinator Forum Komunikasi LSM Pasuruan – Probolinggo (PASPRO), yang juga sebagai Bupati LSM LIRA Probolinggo, Jatim, Selasa, 24 Oktober 2017.

Lembar pernyataan siap lakukan unjukrasa yang di tandatangani ke 20 LSM tersebut

Sudarsono berujar, sesuai dengan draf surat yang sudah di sepakati bersama, akan melakukan pemberitahuan aksi demo terlebih dahulu kepada Kapolda Jatim. Nantinya, massa yang akan turun ke jalan di perkirakan kurang lebih 5000 orang. Start dimulai dari perbatasan Pasuruan – Probolinggo, dan sasaran demo tersebut adalah Kantor WASKITA yang berada di Jalan Raya Tongas, Problinggo. Jatim, pada Jum’at, 03 Nopember 2017 pukul 10:00 WIB. Katanya.

“Alat yang akan dibawa untuk orasi nanti, yakni sound system, truk, dan kurang lebih 50 unit mobil pribadi, serta poster sekitar 300an, dengan menyampaikan orasi tuntutan secara bergantian.” Terang Sudarsono.

Dikatakan Sudarsono, proyek pembangunan jalan tol Pasuruan – Probolinggo menggunakan uang rakyat, maka dari itu pihak PT. WASKITA  harus berhati-hati, jangan sampai sirtu atau tanah urugnya hasil di beli dari penambang liar. Kalau ini dilakukan, sama halnya PT. WASKITA membeli barang yang nyata-nyata melanggar ketentuan Undang-undang, karena menyalahi aturan hukum yang otomatis pihak PT. WASKITA termasuk “korupsi” atau juga penadah barang yang tidak jelas sumbernya.

“Pihak PT. WASKITA Karya membeli sirtu dan tanah urug kepada penambang-penambang yang tidak di lengkapi dengan dokumen perijinannya. Pertanyaan saya, apakah PT. Waskita Karya Membeli Matrial dari para penambang yang tidak punya Izin resmi penambangan di perbolehkan oleh Undang-undang.??” jelasnya.

Selain itu, juga meminta kepada jajaran Pol PP Kabupaten Pasuruan maupun Pol PP Kabupaten Probolinggo, untuk tidak tebang pilih dalam melakukan penertiban penambangan ilegal, yang khususnya di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo. Serta Pol PP harus tegas dan memproses unsur pidanya, karna sudah jelas-jelas merusak lingkungan. Bahkan hingga saat ini, Pol PP seolah tidak ada taringnya dan terkesan di remehkan oleh para penambang liar, sehingga para penambang liar itu leluasa melakukan aktifitas semaunya. Tegasnya.

“Sekali lagi saya tegaskan, agar pihak PT. WASKITA Karya tidak membeli pasir atau sirtu dan tanah urug kepada penambang ilegal. Dan juga, nama-nama LSM sudah dilampirkan dalam surat agenda pemberitahuan aksi turun ke jalan kepada Kapolda Jatim.

(Sudarsono)

Editor : Deni

 

 

Kontenindonesia.com