Penggunaan ADD Kurang Transparan. Warga Melapor, Kasi PMD Acuh

oleh -123 views

ACEH UTARA – Masyarakat Gampong Bantan, Kecamatan Cot Girek, mempertanyakan penggunaan dana desa (DD) yang tidak transparan dan banya penyimpangan.

Hal ini seperti yang disampaikan aparatur gampong setempat kepada Wartawan pada Kamis (14/02) Lalu

Menurut keterangan aparatur, selama ini Geuchik kurang transparan dalam penggunaan dana desa dimana banyak pengerjaan proyek yang belum selesai seperti halnya pembangunan Pustu ukuran 6 x 6 M yang menghabiskan anggaran sebesar 149 juta pada tahun 2017 lalu sampai saat ini masih terbengkalai.

Selain itu, pembangunan 6 unit rumah dhuafa hingga kini belum selesai dikerjakan dan juga tidak dikelolah oleh TPK (Tim Pengelola Kegiatan) karena memang tidak adanya TPK . Persoalan ini justeru menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat desa setempat.

Pada akhir 2018 lalu mereka juga sudah mendatangi Kasi PMD di kecamatan untuk mencari solusi dan mengadu perihal yang terjadi didesa.

“Jumlahnya ada enam unit rumah, satu mulai rampung. lima unit lagi belum selesai sampai sekarang, padahal rumah itu dianggarkan dari Dana Desa 2018. Anggaran rumah itu sudah diperuntukkan untuk pengerjaan Meunasah (surau-tempat ibadah), ”beber aparat desa tersebut kepada wartawan.

“Pada akhir tahun 2018 lalu kami sudah datang ke kantor camat untuk mengadukan perihal ini kepada KAsi PMD dan pada saat itu Kasi PMD mengatakan kepada kami akan segara menindaklanjuti dan hingga sekarang tidak ada hasil nya”, jelas Aparatur desa.

Semetara itu Ibrahim Geuchik (Kepala Desa) ayang dimintai keterangan oleh wartawan dirumahnya pada kamis (14/02) lalu mengatakan, terhambatnya pembangunan rumah dhuafa dan beberapa item lain terkait dengan kekeliruan yang ditimbulkan oleh bendahara desa. Di mana uang dana desa sudah terpakai untuk pembangunan Meunasah.Sehingga, saya terpaksa harus menggadaikan mobil pribadi untuk menyelesaikan pengerjaan proyek ini.

“Ini menjadi tanggung jawab saya dengan masyarakat dan akan tetap saya selesaikan, dan antara saya dan bendahara juga akan saya selasaikan, karena memang untuk pembangunan meunasah ada dananya tersendiri,” ujar Ibrahim

Selain itu dirinya juga mengatakan, semua bahan sudah ada, tinggal pengerjaannya saja.

“Bahan-bahanya sudah ada  tinggal dikerjakan saja, namun masih terkendala dengan para pekerja yang agak lambat pengerjaannya,” ucap Geuchik.

Sementara untuk pembangunan Pustu tahun 2017 lalu, hanya tinggal sedikit yang belum selesai seperti septic tank. Dan sendiri juga sudah menyuruh tukang untuk segera mengerjakannya.

“Tukang yang pertama sudah lari, sehingga saya suruh tukang yang lain, dan jika ada masyarakat yang mengatakan kok tidak dipasang keramik, tidak ada keramik dan yang dipasang keramik hanya di kamar mandi dan sudah dikerjakan. Yang pasti sudah sesuai denga RAB yang saya pegang, “jelas Geuchik

Geuchik menambahkan memang sejak pertengahan tahun 2017 yang lalu TPK sudah tidak ada. Hal ini karena TPK sebelumnya tidak dapat mengerjakan tanggung jawabnya sehingga saya ambil alih , namun kedepan saya akan membentuk TPK kembali.

Menanggapi hal tersebut, Daud selaku Kasi PMD, Kecamatan Cot Girek, yang dimintai keterangan oleh wartawan mengatakan pada akhir tahun 2018 yang lalu memang pernah hadir wakili tokoh masyarakat dari tuha peut dan kepemudaan  untuk perihal perihal Geuchik desa bantan.

“Saya sudah sampaikan kepada tokoh di Desa itu, bahwasanya saya tidak bisa mengambil kesimpulan karena saya punya atasan dan saya sampaikan dulu ke Pak Camat”.

Lalu saya sampaikan ke Geuchik jadi Geuchiknya ya bilang “Udah beres itu pak, nanti malam saya buat rapat”, ucap kasi PMD meniru Ucapan Geuchik.

Waktu itu sekitar akhir tahun 2018, dan sudah pernah saya tanyakan juga soal tidak ada TPK di desa itu, saya bilang “Apakah Tidak Ada Warga Disitu sehingga TPK tidak  Ada”.

Setelah saya menerima laporan tokoh masyarakat Bantan dari Tuha Peut dan Kepemudaan, tidak saya jawab karena akan saya sampaikan dulu kepada Pak Camat untuk bagaimana langkah-langkah Pak Camat yang akan membicarakan bersama saya, ucap kasi PMD

Jadi informasi yang masuk ke saya adalah di desa itu masalah pembangunan yang tidak transparan karena tidak pernah digelar rapat.

Penulis : Syahrul

Editor   : Jepri Bae