PTPN X Kembangkan Bisnis Tembakau Di Tengah Pendemi

oleh -85 views

JEMBER- Di masa pandemi Covid-19 yang sudah setahun lebih ini berdampak besar bagi perekonomian masyarakat tapi tidak bagi PTPN X Kebon Ajong Gayasan Jember. Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang perkebunan tembakau ini tidak terdampak dengan krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini.

Hal ini di tunjukan dengan mulainya masa tanam tembakau tahun 2021 -2022 dengan melakukan tanam perdana yang di lakukan di TBN X penataran Curahrejo Ajong Gayasan, rabu (19/05/2021).

Direktur Utama Holding PTPN Mohammad Abdul Ghani pada kesempatan itu mengapresiasi kinerja dari PTPN X karena dalam masa pandemi PTPN X mampu menyerap dan menggunakan seluruh SDM dengan baik yanh buktikan meluasnya lahan tanam tahun 2020 dari 500 hektar meningkat menjadi 600 hektar di tahun 2021 ini.

Abdul Ghani mengatakan kepada awak media pihaknya diminta oleh Menteri BUMN harus bisa membantu memberikan stimulasi ekonomi menciptakan lapangan kerja, menciptakan ekonomi UKM di mana BUMN ini berada.
“Tiga tahun terakhir saya melihat usaha yang secara sungguh-sungguh dan secara maksimal dengan dukungan seluruh SDM di PTPN X beserta usaha masyarakat sekitar telah menunjukkan tanda-tanda kesuksesanya. Sebagai pemegang saham saya mendorong ini dan mengharapkan kedepan harus ditingkatkan lagi” ujarnya usai pelaksanaan seremonial tanam perdana yang dihadiri Direksi pusat PTPN, staff dan karyawan PTPN X Kebon Ajong Gagasan serta tokoh masyarakat.

Abdul Ghani juga mengingatkan bahwa PTPN X itu hidup bersama masyarakat petani baik petani tebu maupun petani lokal. Keberadaan PTPN X bisa Lestari ketika bisa membangun hubungan yang saling bergantung, hubungan yang saling memerlukan dan hubungan yang berkeadilan.

Sementara itu, Dirut operasional PTPN X Aris Toharisman mengatakan akan lebih selektif untuk memetik daun terutama dengan prioritas great-great kwalitas tinggi yaitu NW, LPW karena disitu harga tertinggi.

Kontributor : Anjasmara
Editor            : Abraham