Sungai Cijangkelok Meluap, Enam Desa Diterjang Banjir Bandang

oleh -41 views
Sejumlah Warga berusaha menyelamatkan Barang-barang yang terbawa arus. Konten Jabar/Foto Istimewa.

KUNINGAN – Hujan deras yang melanda wilayah Kuningan dan sekitarnya pada Minggu sore 22 Januari 2017, menyebabkan air sungai Cijangkelok meluap. Akibatnya, enam desa di Kecamatan Cibingbin banjir. Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Agus Mauludin menyebutkan, akibat kejadian itu enam Desa tergenang.

“Saat kejadian daerah Kuningan timur memang sedang terjadi hujan deras, termasuk Cibingbin. Sungai Cijangkelok seketika meluap dan membanjiri perumahan warga dengan kedalaman berkisar antara 50 sentimeter hingga 2 meter,” kata Agus.

Ke-enam Desa yang tergenang adalah Desa Sindangjawa, Cipondok, Cibingbin, Citenjo dan Dukuhbadag. Banjir bandang juga menyebabkan sejumlah hewan ternak milik warga di sekitar aliran Sungai Cijangkelok hilang terbawa derasnya air.

Agus mengatakan, sejauh ini petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, belum memastikan angka kerugian material akibat banjir bandang itu. Saat ini petugas BPBD bersama tim SAR fokus pada penyelamatan korban jiwa.

“Anggota BPBD sudah dikerahkan untuk melakukan tindakan darurat dan pendataan terhadap segala kerugian yang dialami. Mudah-mudahan air bisa segera surut dan penanganan bisa segera dilakukan,” tambah Agus.

Salah seorang warga mengungkapkan, bencana banjir bandang baru pertama kalinya dirasakannya. Tidak sedikit harta benda miliknya pun hanyut akibat banjir bandang itu. Sejumlah barang rumah tangga seperti lemari, kulkas dan ranjang, termasuk kendaraan yang tersimpan di rumah warga banyak yang tak sempat diamankan dari terjangan banjir bandang.

“Air masuk rumah sangat cepat, sehingga kami tak sempat menyelamatkan barang-barang, terutama elektronik seperti kulkas, mesin cuci dan motor. Hingga selepas isya air masih menggenang sepinggang orang dewasa,” katanya.

Saat ini, air masih menggenangi wilayah Desa Cibingbin hingga ketinggian mencapai 1,5 meter. Sebagai upaya tindakan darurat, warga diarahkan untuk mengungsi ke daerah yang lebih tinggi yaitu di persimpangan Citenjo – Dukuhbadag. ***

Editor : Hens Pradhana