Tak Ada Uang Untuk Sewa Ambulans, Gadis Kecil Ini Meninggal Dalam Mobil Bak Terbuka.

oleh -50 views
Seorang gadis kecil dari keluarga miskin, tewas diatas mobil bak terbuka. Konten Jabar/Foto Facebook Komunitas Kenari Tasikmalaya

TASIKMALAYA – Nasib malang dialami seorang gadis kecil bernama Desri Ratna Sahara. Anak bungsu dari pasangan Atikah dan Arifin, warga Dusun Cintapada, Desa Pasirmukti, RT 3, RW 3, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya itu mengembuskan nafas terakhirnya dalam mobil bak terbuka, Sabtu 14 Januari 2017 kemarin.

Kabar memprihatinkan itu baru terkuak saat salah satu akun jejaring sosial Facebook bernama Paguyuban Kenari Tasikmalaya mengunggah foto dan juga komentar terkait nasib Desri, Minggu 15 Januari 2017.

Akun bernama Paguyuban Kenari Tasikmalaya tersebut mengunggah kisah sedih Desri sekitar pukul 15.00 di grup Facebook bertajuk Kabar Pilkada. Postingan berbahasa Sunda tersebut sontak mengundang perhatian. Bahkan, hingga pukul 19.00, sudah ada 42 pengguna Facebook yang membagikan unggahan tersebut  sementara komentar unggahan mencapai 100.

Empat foto yang diunggah akun Paguyuban Kenari Tasikmalaya memang cukup mengundang simpati. Foto- foto tersebut menampilkan seorang bapak bertopi dan berbaju merah memegang terpal biru sebagai penutup mobil terbuka. Di dalamnya terdapat jenazah dengan penutup kain batik dan sarung beserta payung. Selain itu, ada pula foto dua orang menangis dan terduduk di tepian mobil bak terbuka.

Dalam unggahannya, Paguyuban Kenari Tasikmalaya menceritakan kisah pilu Desri. Menurut pemilik akun tersebut, keluarga Arifin dan Atikah awalnya berniat membawa Desri ke Rumah Sakit Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Desri terpaksa di bawa ke rumah sakit karena menderita penyakit ginjal. Keluarga Arifin sudah berusaha meminjam uang ke sana ke mari agar anaknya dapat di bawa ke rumah sakit, namun tak membuahkan hasil.

Pemerintah Desa Pasirmukti juga sempat meminta bantuan ke puskesmas untuk meminjam mobil ambulans. Namun, puskesmas tidak memberi pinjam sehingga Kepala Desa Pasirmukti terpaksa meminjam mobil bak milik warga namun sebelum tiba di rumah sakit, nyawa Desri tak tertolong. Adik dari Dani itu mengembuskan nafas terakhirnya di kawasan Dahana, Kecamatan Cibereum, Kota Tasikmalaya.

Mirisnya, mobil bak terbuka tersebut enggan mengantar jenazah Desri ke rumah sakit dan ke rumah Arifin karena khawatir tersangkut masalah. Kepala Desa Pasirmukti juga sempat meminta pertolongan ke RSUD Dr. Soekardjo untuk meminjam ambulans. Namun Rumah Sakit menyatakan ada biaya yang dikenakan per kilometer untuk menggunakan ambulans.

Setelah terkatung-katung selama tiga jam, akhirnya ada anggota Danlanud Wiriadinata yang datang ke lokasi dan mengusahakan untuk membantu membawa pulang jenazah dengan menyewakan mobil ambulans.

Seorang gadis kecil dari keluarga miskin, tewas diatas mobil bak terbuka. Konten Jabar/Foto Facebook Komunitas Kenari Tasikmalaya

Saat dikonfirmasi wartawan mengenai kebenaran unggahan tersebut. Atikah, orangtua korban, membenarkan kejadian tersebut. Menurut atikah, anaknya sudah hampir tiga tahun ini menderita sakit ginjal. Sebelumnya, anaknya pernah dirawat di RSUD Dr.Soekarjo selama dua minggu. Namun karena keterbatasan biaya, keluarga membawa Desri pulang untuk dirawat di rumah.

“Selang tiga hari anak kami kambuh. Kami berupaya membawanya kembali ke rumah sakit untuk berobat tetapi nyawa Desri tidak selamat,” ucap Atikah.

Atikah juga membenarkan perihal keluarganya yang kesulitan mencari bantuan mobil ambulans. Hingga akhirnya ia menyewa mobil bak tetangga dari uang pinjaman.

“Sempat ke Puskesmas untuk pinjam ambulans tetapi tidak diperbolehkan,” kata Atikah.

Sementara Kapentak Landasan Udara Wiriadinata Rambey mengatakan, salah seorang anggota Lanud Wiriadinata bernama Rudi akhirnya membantu menolong keluarga kurang mampu tersebut.

Awalnya, anggota Lanud menerima laporan ada sedikit kemacetan di area sekitar Lanud. Setelah dicek, ternyata ada jenazah di dalam mobil bak terbuka.

“Anggota sempat bertanya kenapa tidak dibawa ke rumah sakit, katanya mobil baknya tidak berani karena takut masalah. Kebetulan mobil ambulans Lanud juga sedang di luar kota. Jadi, Serda Rudi, atas dasar kemanusiaan, mencarikan pinjaman ambulan. Sepertinya juga menggunakan uang pribadi. Kalau ada ambulans Lanud, pasti akan kami pinjamkan,” ucap Rambey.

Sementara itu, Kabid Pelayanan RS. Dr. Soekarjo Budi mengatakan, Rumah Sakit memang sempat dihubungi terkait peminjaman mobil ambulans untuk mengangkut jenazah yang meninggal di tengah jalan. Namun sesuai prosedur, mobil ambulans rumah sakit memang dipungut biaya berdasarkan hitungan kilometer menuju tujuan.

“Kemarin (Sabtu) memang ada yang menelefon, katanya warga di tengah jalan meninggal. Saya bilang lebih baik datang ke rumah sakit dulu. Kalau ambulans memang ada uang sewa, itung-itungannya berdasarkan jarak,” kata Budi.(Sumber PR/Facebook Paguyuban Kenari Tasikmalaya)

Editor : Hens Pradhana