Tidak Adanya Trafick Light Di Jalan Underpass Tambun, Jadi Pemicu Kemacetan Kendaraan

oleh -71 views
Tampak terjadinya kemacetan kendaraan di Jalan Raya Underpass Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), yang dipicu beberapa kendala. KONTEN INDONESIA / Saiful Bahri 

KAB BEKASI – Padatnya arus kendaraan dan kecilnya jalan ditambah tidak adanya Lampu Merah (Trafick Light) di area Jalan Raya Underpass Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar), diduga menjadi pemicu kerap terjadinya kemacetan. Panjangnya kemacetan kendaraan yang sudah menjadi langganan setiap pagi pada setiap harinya di jalan raya tersebut, dinilai harus adanya perhatian dan tindakan serius dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Pantau Kontenindonesia.com dilokasi Jalan Raya Underpass Tambun tersebut, hampir setiap pagi arus kendaraan di jalan raya itu mengalami kemacetan panjang sekitar kurang lebih 2 kilometer, sehingga hal tersebut sudah dianggap hal biasa oleh warga sekitar.

Bagas, salah seorang warga setempat mengaku, di depan Pasar Tambun, Kabupaten Bekasi yang dari arah Bekasi menuju Cibitung, pada jam-jam tertentu selalu mengalami kemacetan yang cukup panjang. Hal tersebut diakibatkan adanya pertemuan arus lalu lintas kendaraan dari arah Sumber Jaya menuju Tambun, serta yang dari arah Bekasi menuju Cibitung. Untuk itu, perlu ada lampu merah yang bisa mengatur lalu lintas di lokasi jalan tersebut.

“Di Jalan Raya Underpass Tambun ini sering sekali terjadi kemacetan kendaraan. Tidak adanya lampu merah untuk pengatur jalur lalu lintas kendaraan di jalan tersebut yang ditambah padatnya kendaraan, adanya mobil angkutan umum yang sering ngetem di simpang jalan itu juga menjadi pemicu terjadinya kemacetan. Harusnya pihak Pemerintah setempat atau Pusat, secepatnya menangani hal ini.” kata Bagas, saat diwawancara Kontenindonesia.com di area jalan tersebut. Minggu, 12/08/2018.

Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi yang dilayangkan Kontenindonesia.com terkait hal tersebut terhadap beberapa orang petugas Pemerintah Kabupaten Bekasi, yang menaungi bidangnya, belum mendapat tanggapan.

 

 

 

 

Penulis : Saiful Bahri
Editor   : Deni