Dibawah Kepemimpinan Jokowi, Dedi Mulyadi: Indonesia Terhebat

oleh -73 views
Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi, di Kantor DPD partai Golkar Jabar, jalan Maskumambang, Kota Bandung, Jum’at, 7/9/2018. Menyarankan Jargon Indonesia Hebat menjadi Indonesia Terhebat. Foto: Humas Golkar Jabar

KOTA BANDUNG – Banyaknya kritikan yang menerpa Jokowi selaku calon presiden petahana menuai respon dari Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi. Dedi pun meminta seluruh jajaran tim dan relawan pemenangan Jokowi-Ma’ruf untuk menahan diri.

“Saya kira semua lapisan tim dan relawan tidak perlu memberikan umpan lambung. Selama ini, banyak pernyataan sesama sahabat relawan yang menjadi bola liar. Ini dimanfaatkan tim lawan dan didorong menjadi isu nasional,” katanya saat di Kantor DPD Golkar Jabar. Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Jum’at, 7/9/2018.

Berdasarkan data yang dia pegang, masih terdapat pernyataan emosional dalam menanggapi manuver lawa. Dan Fenomena ini berakibat kontraproduktif terhadap elektabilitas Jokowi-Ma’ruf. Untuk itu, setiap kritikan yang terlontar dari tim lawan menurutnya harus disikapi dengan santai.

“Kalau kandidat dikritik, ya bawa kalem saja. Semua kritik yang berkembang seharusnya dianalisa dan diperbaiki dalam realitasnya. Tidak bisa kritikan dibalas bullyan dan cemoohan. Ibarat main bola, Pak Jokowi sudah menang 4-0. Jadi, jangan terlalu banyak gocek bola di depan gawang untuk menyempurnakan kemenangan,” ujarnya.

Dedi juga berharap agar setiap konten sosialisasi harus ‘straight to the point’ agar tidak menyisakan celah kubu lawan. Sebab, Seringkali kebijakan tersebut diolah sudut negatifnya dan disebar agar menjadi sentimen publik. Termasuk Sosialisasi kebijakan Kabinet Indonesia Kerja menurutnya harus dikemas dengan baik. Pasalnya, Tahun 2018 dan Tahun 2019 merupakan tahun politik.

“Contohnya, pengaturan volume TOA mesjid diinterpretasi menjadi isu larangan adzan. Sehingga, sentimennya menjadi negatif di tengah publik,” terangnya.

Tak ketinggalan, Dedi juga memberi sumbangsih saran untuk penguatan jargon, yang saat ini ‘Indonesia Hebat dapat diubah menjadi Indonesia Terhebat’. Bukan tanpa alasan, hal itu terinspirasi dari kesuksesan Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi yang sukses membangun infrastruktur. Selain itu, kesuksesan event dunia seperti Asian Games 2018 pun turut menjadi pertimbangan.

“Jargon Indonesia Terhebat memperlihatkan peningkatan grafik kemajuan dari periode lalu,” ungkapnya.

Terpilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf menurut Dedi juga akan menambah daya tarik utnuk peningkatan elektabilitas, sebab Kisah sukses Erick dan pembawannya yang millenial.

“Beliau profesional dan entertainer. Saya yakin Pak Erick memiliki kemampuan branding yang kuat untuk kandidat,” pungkas Dedi.

Penulis: M. Dofir Ibrahim
Sumber: Humas Golkar Jabar