Maju Dapil Kabupaten Bekasi, Nasihin: Banyak Hal Yang Membuat Saya Prihatin

oleh -100 views
Muhammad Nasihin (tengah kaos merah tua) Caleg DPRD nomor urut 3 dapil 4 kabupaten Bekasi, bersama TIMNAS (Tim Nasihin). Foto: TIMNASĀ 

KAB BEKASI – Didasari keprihatinan melihat wilayah yang ditinggalinya khususnya lingkungan seperti banyaknya infrastruktur jalan perkampungan yang rusak, sanitasi, serta lainnya. Muhammad Nasihin yang pada pemilu tahun 2014 maju sebagai caleg DPR RI dapil Jawa tengah VIII, pada Pileg 2019 nanti maju sebagai caleg DPRD dapil empat (Kecamatan Babelan, Sukawangi, Tambelang, Tambun utara dan Taruma Jaya), nomor urut tiga (3) dari Partai Bulan Bintang, kabupaten Bekasi.

Ketika di minta komentarnya kenapa maju sebagai caleg DPRD dapil Bekasi dan tidak mengulang untuk maju memperebutkan kursi senayan, dengan diplomatis Nasihin menjawab, keprihatinan.

“Empat tahun sudah saya tinggal di Babelan, saya sering sekali lewat jalan perkampungan, melihat banyaknya jalan rusak, sanitasi yang berantakan, sampah berceceran tidak karuan, sungguh saya prihatin dan terpanggil untuk bagaimana dapat ikut serta memperjuangkan,” jelas Nasihin saat berkumpul bersama Timnya dikediamannya, sabtu 6/10/2018, malam.

Apakah dengan jangka waktu empat tahun tinggal di Babelan sudah cukup di kenal masyarakat ?, Nasihin mengatakan jika di luar jam kerja atau hari libur dirinya selama ini selalu menjalankan program sehari minimal satu teman.

“Saya kan selama ini, dimanapun berada, dalam satu hari harus minimal tambah satu teman, syukur kalau bisa lebih, khususnya dengan tetangga sekitar. Bukan hanya kenal, dimanapun saya berada saya juga selalu berusaha untuk bagaimana saya bisa bermanfaat buat masyarakat. Itu modal saya,” ungkap Nasihin.

Setelah kembali ditanya kenapa tidak maju kembali di dapil lama apalagi dapil lama merupakan tanah kelahiran yang banyak berkumpul sanak saudara ?, ini jawaban Nasihin.

“Kita harus lebih baik dengan tetangga daripada saudara yang jauh, karena dalam keadaan apapun yang pertama akan tahu dan membantu adalah tetangga. Berarti kan sama dengan pepatah ‘dimana bumi di pijak di situ langit kita junjung’,” pungkasnya.

 

 

 

Penulis : M. Dofir Ibrahim