Pembakaran Bendera, FUIB: Ini Murni Kriminal, Jangan Menjadi Isu Politik !

oleh -66 views
Sejumlah ormas menolak kasus pembakaran bendera di Garut menjadi isu politik. 

JAKARTA – Kasus pembakaran bendera di Garut berbuntut panjang sehingga banyak yang menilai bukan saja sebagai perbuatan kriminal yang dilakukan oleh oknum, tetapi lebih mengarah kepada politik. Melihat hal tersebut, ketua Umum FUIB (Forum Umat Islam Bersatu), Rahmat Himran dalam keterangan persnya, kamis 1/11/2018 malam, meminta agar kasus pembakaran bendera tidak kemudian menjadi isu politik dan mempercayakan penanganannya kepada pihak kepolisian.

“Perkembangan kasus pembakaran bendera di Garut sudah mengarah kepada politik. Para elit politik mulai bermain menunggangi isu ini menjadi isu politik,” terang Himran.

Himran menilai jika kasus ini adalah murni perbuatan kriminal yang harus diselesaikan melalui jalur hukum.

“Kasus ini kriminalitas murni, seharusnya larinya ke proses hukum. Sudah benar kemarin dilaporkan ke Kepolisian. Ormas yang tergabung dalam aksi Bela Tauhid harusnya fokus pada pengawalan kasus hukumnya. Hanya sangat disayangkan Ada oknum partai politik yang ingin menunggangi isu ini menjadi isu politik,” jelasnya.

Didalam tahun politik, Himran juga berharap agar jangan sampai isu agama kemudian di jadikan bahan untuk kepentingan politik.

“Pilpres sudah didepan mata, berbagai isu yang bermunculan itu akan dijadikan bahan bagaimana para partai politik yang mengaku partai Tuhan sehingga isu agama sekecil apapun akan digulirkan menjadi besar. Bukan FUIB dan yang hadir disini tidak cinta kalimat tauhid tapi ini adalah kasus kriminal murni. Kami mengutuk oknum parpol yang menunggangi isu ini,” tegas Himran.

Dalam aksi bela Tauhid kenapa FUIB tidak tergabung didalamnya ?, Himran tegas mengatakan jika ini adalah domain penegak hukum.

“Mengapa FUIB tidak bergabung dalam Aksi Bela Tauhid? FUIB mempertanyakan ada urusan apa sampai kemarin harus aksi di Kantor Kemenkopolhukam. Seharusnya ini adalah proses hukum, jangan kemudian dibawa ke arah kepentingan politik,” pungkasnya.

 

 

Editor: M. Dofir Ibrahim