Pusat Jangan Memprokasi Rakyat Aceh Melalui Elite Politik

oleh -345 views
Ketua EW-LMND Aceh Munzir Abe, Beserta kawan-kawan sedang melakukan konfersi pers terkait batalnya aksi pada Kamis (30/05).
Ketua EW-LMND Aceh Munzir Abe, Beserta kawan-kawan sedang melakukan konfersi pers terkait batalnya aksi pada Kamis (30/05/19).

Banda Aceh — Dalam beberapa hari ini Aceh sedang heboh dengan isu Referendum yang di prakasai oleh elit politik berpengaruh di Aceh, yang dinilai bisa membawa  kembali kondisi Aceh kemasa Lalu seperti saat-saat menyedihkan. Kamis, 30 Mei 2019.

Menaggapi hal Itu, Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi ( EW-LMND) Aceh, Munzir Abe mengatakan, “Kami menilai pihak Jakarta kembali memprovokasi Rakyat Aceh melalui isu yang gencar dimainkan ini dan akan merusak tatanan berbangsa dan bernegara kita, ujar munzir.

Menurutnya, narasi Referendum yang di lontarkan itu sudah kadaluwarsa dikarenakan bangsa Aceh hari ini sudah mulai menikmati perdamaian dan demokrasi.

“Yang seharusnya di persiapkan rakyat Aceh khususnya kaum muda bukan lagi berbicara diksi lama untuk membawa Aceh kemasa lalu. Zaman sudah berubah dan segala kemungkinan-kemungkinan sudah bisa kita lakukan dengan perkembangan teknologi saat ini.” tutur Munzir.

Referendum bukanlah Artifisial Intelegens (Kecerdasan Buatan) yang akan membawa Aceh kepada penemuan inovasi tentang berbangsa dan bernegara di masa depan.  Kehidupan Bio – politik rakyat Aceh yang cenderung konservatif ( percaya pada nilai yang dibentuk oleh praktik tradisional) membuat seolah elite politik adalah representatif ( Perwakilan) dari rakyat banyak.

“Kekuatan bourjuasi oligarki politik selalu mencari keuntungan melalui elite- elite ini. Dan inilah yang sangat kita sayang kan janganlah pihak Jakarta melakukan provokasi rakyat Melalui elite politik untuk kemudian menjalankan sistem ekonomi NeoliberalismeNya di Aceh.” JelasNya.

Lebih lanjut Munzir mengatakan “Kita berharap kepada semua pihak jangan terprovokasi dengan kehendak elite yang hari ini membela rakyat namun nanti nya dikemudian hari hanya elite itu saja yang sejahtera. Kalaupun kata yang tepat di serukan oleh Mualem ( Muzakir Manaf) bukanlah Referendum saudara-saudara ku, tapi Reformasi partai Aceh yang di pimpinNya dan berjuang untuk terimplementasiNya MOU Helsinki, kata Munzir.

Masih Munzir, “Sikap terbaik yang harus diambil oleh rakyat Aceh sebagai tawaran yang lebih baik di masa depan melalui persatuan nasional dan kemenangan UUPA untuk seluruh rakyat Aceh.” pungkasNya.

Penulis : Zulkifli