Tak Kunjung Bayar Hutang Proyek Westafel, Pemkab Jember Di Serbu Demonstrans

oleh -127 views

Kontenindonesia, Jember – Ratusan kontraktor melakukan aksi unjuk rasa di pelataran pendopo Wahyawibawagraha pada Selasa 22/2/2022 untuk menagih hutang, biaya pekerjaan pengadaan bak cuci tangan, dalam penanganan COVID-19 yang belum dibayar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sejak Tahun 2020.

Aksi digelar dengan mengendarai mobil pick Up, Dum Truck, yang mengangkut Wastafel dan juga tandon air diiringi massa dengan membawa bener yang salah satu nya bertuliskan
” Dimana Hati Nurani Bpk Bupati, Janji Tinggal Janji,”. Ada lagi ” Gayae Yes, Omongane Jos, Utang Wastafel Ra Bayar. Kemudian ” Pak Bupati Tolong Bayar Uang Proyek Wastawel kami, anak dan Istri kami Membutuhkan,” Dan Bongkar Kasus Jual Beli Jabatan.

Koordinator Aksi Iswahyudi memaparkan bahwa, kedatangannya bersama teman-teman untuk menagih biaya proyek pengadaan Wastafel yang sudah selesai pekerjaannya.

“Tuntutan kami supaya Pemkab Segera membayar pekerjaan kami, tanpa Syarat dari APH. Untuk massa yang turun ada 176 kontraktor,” ujarnya saat di konfirmasi

Karena menurutnya, proyek pekerjaan sudah selesai diperiksa oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Bahkan Pemeriksaan secara independen oleh Universitas Jember (Unej) dan dari Kepolisian.

“Jadi boleh dikatakan kami ini terdzolimi, karena hak kita setelah selesai pekerjaan, seharusnya diberikan,” ujar Wahyudi.

Lebih Jauh Wahyudi menjelaskan memang pekerjaannya masih di era Bupati sebelumnya. Tetapi bukan berarti setelah ganti pemimpin baru, pekerjaan Kontraktor yang sudah beres, tidak dibayar.

“Sebab, kita tidak melakukan tender dengan Bupati. Tetapi memperoleh tender pekerjaan dari Pemkab Jember. Kop suratnya dari Pemkab, maka dari itu kami Pemkab untuk memberikan hak kami, karena semua pejabatnya masih ada disini,” jelasnya

Direktur Perusahaan Seng Mega Pustawa ini juga menyayangkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2021, untuk bayar proyek Wastafel senilai Rp.28 Miliyar, dialihkan dana Pokir.

“Pokok- pokok pikiran (Pokir) Dewan , yang mana dewan mengusulkan supaya Anggaran itu dialihkan. Makanya jangan bawa kami ke ranah politik, kami hanya menagih hak-hak kami, sesuai janji politik bupati Hendy,” ungkapnya.

Menurut Wahyudi aksi ini akan terus dilakukan sampai biaya pekerjaan Wastafel terbayar, dan ada ketegasan dari Bupati Hendy.

“Kami akan susul dengan aksi lainnya, yang belum bisa kami sampaikan dihadapan publik,” tandasnya

Sementara hingga berita ini terbit tidak terkesan pemkab Jember mengabaikan para pengunjuk rasa karena Bupati Jember Ir. H. Hendy Siswanto tak tampak batang hidungnya menemui para demonstran.

Kontributor: Anjasmara