Isu Culik Dan Binatang Harimau Berkeliaran, Membuat Resah Warga Karangpanimbal

oleh -60 views
Area perbukitan di Karangpanimbal, Kota Banjar. Konten Jabar / Dodi Budiana

BANJAR – Beberapa minggu ini warga masyarakat Karangpanimbal di Kota Banjar di resahkan oleh isu adanya harimau yang di duga turun dari gunung Babakan. Tidak hanya itu, sejumlah warga juga di takuti adanya isu culik yang berkeliaran dengan motif pengambilan organ ginjal dan juga jantung manusia, dengan sasarannya ara anak-anak usia dini.

Sodikin (55) salah seorang buruh kayu di TPK perhutani mengaku, Pernah meihat seekor harimau yang tubuhnya cukup besar melintas di tempat penimbunan kayu di lingkungan TPK Perhutani, Kota Banjar. Harimau tersebut melintas sekitar menjelang waktu magrib dengan cukup cepat lari ke semak-semak.

Diduga kata Sodikin, Harimau tersebut adalah harimau yang kelaparan, yang berasl dari gunung Babakan yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi TPK Perhutani ini.

“setelah melihat kejadian tersebut saya menjadi takut, jika masih mengangkut gelondongan kayu di waktu-waktu menjelang magrib atau di waktu malam.”ucap Sodikin di lokasi TPK, Selasa, 14 Maret 2017.

Di katakan Sodikin, Kalau jenis binatang harimau, baru kali ini saya melihatnya, sebelumnya saya pernah melihat babi hutan. Mungkin karena keadaan gunung babakan tidak seperti dulu lagi kelestariannya.”terang sodikin.

Seorang wanita bernama Tini (45) istri Sodikin juga mengatakan, Warga Karangpanimbal di sini banyak yang mengaku di resahkan dengan adanya isu culik berkeliaran yang berkembang. Sehingga warga di sekitar sini sekarang lebih hati-hati dan menjaga anak-anaknya. Adanya isu culik dan binatang harimau itu, membuat banyak warga masyarakat menjadi sangat ketakutan, terlebih lintasan daerah ini adalah daerah lintasan Jawa Barat dan Jawa Tengah, yang di sekitarnya di kelilingi perbukitan dan sungai.

“Kami berharap pihak keamanan dapat mengungkapnya, dan juga dapat mengamankan lebih aman lagi, jangan sampai terjadi keresahan seperti ini.” kata Tini seraya ketakutan. (Dodi Budiana).

Editor : Deni