Jelang Waktu Pergantian Tahun, Alat Sambungan Rell KA Ada Yang Maling

oleh -57 views
Dua Pekerja PT KAI Tengah memperbaiki Rel Kereta di kawasan Rajapolah Tasikmalaya. Konten Jabar /Foto Deni.
Dua Pekerja PT KAI Tengah memperbaiki Rel Kereta di kawasan Rajapolah Tasikmalaya. Konten Jabar /Foto Deni.

TASIKMALAYA – Sambungan jalan rel Kereta Api (KA) di titik kilo meter 255+9 yang berada di area Kampung Tabrik, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. pada Minggu malam 31 Desember 2016 sekira pukul 23:30 WIB jelang detik-detik waktu pergantian tahun 2017. Sambungan sebelah jalan relnya ditemukan dalam keadaan loncer. Diduga, loncernya sambungan jalan rel tersebut, akibat salah satu baut penjepitnya ada yang maling. ucap salah satu petugas PJKA yang tak mau menyebut namanya, saat memperbaiki sambungan jalan rel.

Awalnya kata Ia, Saat melakukan pemeriksaan jalan rel, melihat sambungan jalan relnya yang disini seperti loncer, untuk memastikan bener loncer atau tidaknya, sengaja dipukul menggunakan kunci inggris, yang ternyata sambungannya benar-benar sudah loncer, ketika disorot lampu batre ternyata salah satu baut penjepit sambungannya sudah tidak ada, sehingga saat itu juga langsung memberitahu kepada petugas piket di kantor Stasiun Rajapolah, agar mengirim dua orang untuk membatu memperbaiki relnya.

“Pas menemukan loncer sambungan jalan relnya, saya langsung koordinasi sama yang piket di stacion, takutnya keburu ada kereta melintas, bisa terjadi kecelakaan serius” katanya.

Untung saja dikatakan Ia, Loncernya sambungan jalan rel KA ini bisa terlihat, sehingga bisa langsung di perbaiki. Kalau tidak diketahui dan secepatnya diperbaiki, hal itu sangat berbahaya sekali, bisa mengakibatkan Kereta Api yang melintas tergelincir dan terjadi kecelakaan serius, kemungkinan bautnya ada yang nyolong iseng kali. Padahal dijual juga tidak akan seberapa, tapi hal itu bisa menimbulkan kecelakaan yang bisa merenggut nyawa penumpang KA.

“Alhamdulillah sudah selesai, sudah normal kembali untuk di lintasi KA.” (Deni)