Menkes Nila : ADS dan Vaksin Difteri Aman

oleh -53 views
Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Djuwita F. Moeloek. KONTEN INDONESIA / Foto Ilustrasi

BANDUNG – Pasokan Anti Difteri Serum atau ADS dan vaksin imunisasi untuk pencegahan difteri kami nyatakan aman. ucap Menteri Kesehatan (Menkes), Nila Djuwita F. Moeloek, sewaktu berkunjung di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Kamis, 14 Desember 2017.

Menurut Nila, PT. Bio Farma (Persero) yang merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memproduksi vaksin, mereka siap memproduksi sesuai kebutuhan yang diminta.

“Jadi ADS itu ada, dari Biofarma. Memang (ADS) itu impor, tapi kami sudah berkoordinasi dan mereka (Biofarma) siap menyediakan. Mudah-mudahan saja bisa mencukupi,” kata Nila.

Nila mengatakan, mengenai kebutuhan serum ADS, prosedur permintaan dilakukan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota kepada Dinkes provinsi. Lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan membantu jika di lapangan terkendala ketersediaan serum.

“Surat (Permintaan ADS) tentu tidak ke pusat. Akantetapi, kepada kepala dinasnya. Dari Dinas Kesehatan memang mereka menyediakan. Soalnya kami bantu juga ke dinas kesehatan yang memerlukan. Jadi, saya kira laporannya dari para kepala dinas,” jelasnya.

Sebenarnya dikatakan Nila, setiap dinas pasti memiliki persedian serum ADS tersebut. Namun, terkadang stok serum ADS yang dimiliki tidak bisa mencukupi.

“Nah, itu yang mereka mintakan kembali, jadi kami bantu lagi dengan cara bekerjasama bareng Biofarma. Biofarma sudah oke kok, mereka mau memberikan. Artinya insya Allah stoknya bisa aman,” jelasnya.

Nila menjelaskan, penetapan difteri sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa daerah, sebenarnya agar obat yang dibutuhkan bisa dikirim dengan cepat.

“KLB itu, kalau ada satu kasus saja, itu kita sebut KLB, dan itu adalah early warning. Jadi ini bukan wabah. Ini saya luruskan, ya,” tegasnya.

Untuk itu, penanganan dini terhadap kasus Difteri, mengedepankan tindakan pencegahan melalui imunisasi massal atau Outbreak Response Immunization (ORI). Meski begitu, jika terdapat satu kasus saja, maka penderita difteri tersebut akan segera dikenakan penanganan khusus. Jadi kita tahu ada satu kasus, langsung sergap, gitu istilahnya. Jadi kita lakukan ORI, sudah dilakukan,” terang Nila.
(Deni)

 

 

 

 

Kontenindonesia.com / Jabarekpres.com