Milad Ke 10 Ponpes Darusalam, Meriahkan Hari Santri Nasional

oleh -57 views
Sejumlah ulama beserta Muspika Kecamatan Rajapolah berikut Kapolres Tasikmalaya Kota, saat berfoto bersama seusai acara, Minggu, 29 Oktober 2017. KONTEN INDONESIA / Resmiyati . Deni

KAB TASIKMALAYA – Perayaan Milad (Ulang Tahun) ke 10 Pondok Pesantren (Ponpes) Darusalam, yang berada di Kampung Narunggul, Desa Tanjungpura, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar). Selain mengadakan Bakti Sosial (Baksos) Sunatan Masal sekaligus memeriahkan Hari santri Nasional (HSN), Minggu, 29 Oktober 2017.

Acara yang di gelar di halaman Ponpes tersebut, diawali dengan khitanan masal sebayak 26 orang anak, dan juga pembagian santunan kepada sejumlah anak yatim piatu serta penyerahan piala lomba Sholawat, Qosidah, Pidato dan MTQ.

Pantauan Kontenindonesia.com pada acara itu, selain di hadiri perwakilan dari Pimpinan Pondok Modern Gontor Ponorogo, KH. Hasan Abdullah Sahal, dan Ketua Perhimpunan Pengasuh Pesantren Indonesia (P2I), Dr. M. Tata Taufik, berlangsungnya acara tersebut juga di hadiri Kepala Bakorpembang Wilayah IV Provinsi Jabar, Tito Suharwanto, S.Pd, S.IP, M.Si, dan juga Kapolresta Kota Tasikmalaya, AKBP Adi Nugraha, Kapolsek Rajapolah, AKP Glatiko Nagiewanto,SH, serta Kasi bidang Diniyah dan Pontren dari Kementrian Agama, berikut jajaran Muspika Kecamatan Rajapolah.

KH. Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Gontor Ponorogo dalam tausiyahnya menyampaikan, bahwa ini pepatah Kiyai kepada santrinya, atau pepatah Bapak kepada anaknya.

“Pesantren itu unik karena hanya ada diIndonesia dan Indonesia dijajah berabad-abad lamanya sehingga yang memulai berontak kepada Belanda adalah orang-orang dari Pesantren.” kata KH. Hasan, saat itu di podium.

Kemudian kata KH. Hasan, padasaat itu keraton-keraton tidak beratribut atau mengatas namakan daerah, namun semua memakai nama sultan. Nama sultan tidak ada dalam bahasa Sumatra atau Sunda dan lainnya, kemudian nama Majlis Permusyawaratan Rakyat (MPR) semuanya dari Pesantren, yaitu bahasa Arab.

“Santri sudah berabad-abad ada diIndonesia memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan tidak meminta diakui karena sudah diakui oleh Alloh SWT, karena dimana-mana ada kata Majlis dan dalam piagampun selalu ada kata DENGAN RAHMAT ALLOH.” terangnya.

Pesantren itu, di katakan KH. Hasan, adalah benteng dari Bangsa Indonesia, Benteng moral, Ketuhanan, Ke Islaman, Kemasyarakatan, hingga benteng Kemerdekan.

“Benteng dari pada Pancasila, yakni Panca Jiwa, UU tahun 1945, Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika.” paparnya.

Sementara, AKBP Adi Nugraha, Kapolresta Kota Tasikmalaya yang didampingi AKP Glatiko Nagiewanto S.H, Kapolsekta Rajapolah mengatakan, Alhamdulillah dalam rangka ulang tahun Pondok pesantren Darussallam yang ke-10 ini, kita bisa melihat perkembangan yang begitu pesat.

“Semoga dengan momen Milad Pontren Darussallam, Hari Santri dan Sumpah Pemuda menjadi tonggak sejarah santri-santri diTasikmalaya, dan juga semuanya bisa menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.” kata Kapolres Tasikmalaya itu.

Pimpinan Ponpes tersebut, H. Ahmad Deni Rustandi, M.Ag mengatakan, Milad yang ke-10 ini adalah suatu anugrah yang wajib disyukuri, karena merupakan aset umat Islam dan aset agama islam yang harus kita bela dan harus diperjuangkan baersama.

“Semoga milad ke-10 ini yang berkaitan dengan HSN, bisa menjadi batu loncatan untuk kemajuan kedepan, meskipun pihak Pemerintah cendurng lambat dalam mengakui perjuangan para santri dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia.” katanya.

Ia menambahkan, peran santri dan kiyai tidak bisa dipungkiri, bahkan pada saat itu TNI juga mengakui bahwa para santri dan kiyai itu sangat berperan. Semoga semangatnya para santri terus semakin menggelora, dan juga mereka merasa bangga menjadi seorang santri.

“Alhamdulillah di milad ke-10 tahun 2017 ini, Ponpes Darussalam semakin membawa nama baik, dan juga bukan hanya nama baik untuk Pesantren saja, namun juga untuk Kabupaten Tasikmalaya juga. karena sempat menjadi juara ke dua saat ikut serta menjadi peserta dipestival anak sholeh dikalimantan.” Jelasny.
(Resmiyati)
Editor : Deni

 

 

Kontenindonesia.com