Pasca Bentrok Empat Desa, 700 Personel Gabungan Masih Disiagakan Polres Indramayu

oleh -56 views
Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki, saat meninjau lokasi bentrokan warga di Indramayu, Jawa Barat. Konten Jabar/Foto Fajar
Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki, saat meninjau lokasi bentrokan warga di Indramayu, Jawa Barat. Konten Jabar/Foto Fajar

INDRAMAYU – Pasca bentrok melibatkan warga dari empat desa yaitu, Desa Ilir, Desa Bulak, Desa Parean Girang dan Desa Curug di Kecamatan Kandangaur, Kabupaten Indramayu, yang terjadi Rabu Malam 11 Januari 2017. Hingga saat ini sebanyak 700 personel gabungan dari Polda Jawa Barat, Kodim dan Arhanud masih disiagakan di Desa Curug. Ratusan personel ini ditempatkan di rumah-rumah warga untuk melakukan penjagaan guna mengantisipasi bentokan susulan.

Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki mengatakan, pihaknya belum menarik mundur personelnya dari lokasi kejadian. Ada sekitar 4 SSK yang ditempatkan di lokasi untuk melakukan pengamanan. Eko berharap masyarakat sama-sama menjaga situasi kondusif sehingga keadaan bisa kembali pulih dan masyarakat bisa beraktivitas seperti sediakala.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan jangan main hakim sendiri, karena menurutnya informasi yang berkembang belum tentu kebenarannya, bahkan itu bisa menyesatkan.

“Saya harap masyarakat jangan terpancing isu dan informasi yang tidak jelas, saya juga mengimbau kepada masyarakat Indramayu, mari kita jaga situasi kondusif secara bersama sama,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tawuran antar warga yang melibatkan empat Desa ini dipicu oleh status dimedia sosial yang berisi tantangan kepada warga Desa Parean usai kematian salah satu warga Desa Ilir yang bernama Ato Suwaryo (17). Sabtu, 7 Januari 2017 lalu. Saat itu Ato dibonceng temannya Wahyu Maulana (16) dengan mengendarai sepeda motor, menabrak sebuah kendaraan yang sedang parkir dipinggir jalan, di Desa Curug.

Informasi yang beredar menyebutkan, keduanya datang dari arah Bongas dalam keadaan sedang dikejar dan dilempari batu oleh pemuda Bojong hingga kemudian terjadi tabrakan. Sebelum terjadi kecelakaan itu sendiri, korban sudah mengalami luka akibat dikeroyok sejumlah orang di Desa Drunteng Wetan, kemudian saat insiden Ato mengalami luka berat dibagian kepala sebelum akhirnya tewas di Rumah Sakit Bhayangkara Losarang.

Tak lama setelah kematian korban, mucul sebuah status di Facebook yang ditulis akun bernama Kapang. Dalam satus itu Kapang dianggap menantang, hingga memicu amarah warga. Akhirnya warga yang dari tiga desa yaitu Desa Ilir, Desa Bulak, dan Desa Parean Girang melakukan penyerangan ke Desa Curug.

Dari hasil Informasi sementara yang diterima, akibat bentrokan tersebut sebanyak 215 rumah warga mengalami kerusakan di Blok Bojong Desa Curug Kecamatan Kandanghaur. Sedangkan di Desa Drunten Kecamatan Gabus Wetan, ada sebanyak 15 rumah juga mengalami kerusakan. Kebanyakan rumah-rumah tersebut mengalami kerusakan dibagian kaca, yang pecah akibat lemparan batu dan dipukul benda keras.***

Editor : Hens Pradhana