Pelaku Perampokan di Pulomas. Kejam Saat Beraksi Tapi Kencing Dihadapan Polisi

oleh -58 views
Yus Pane, Tersangka perampokan dan penyekapan di Pilomas, saat Konfrensi Pers di Bandara Halim Perdanakusuma. Konten Jabar / Foto Dtk
Yus Pane, Tersangka perampokan dan penyekapan di Pulomas, Kedapatan Kencing dicelananya saat Konfrensi Pers di Bandara Halim Perdanakusuma. Konten Jabar / Foto Detik.

JAKARTA – Tersangka kasus perampokan dan pembunuhan sadis di Pulomas, Jakarta Timur, Ridwan Sitorus alias Yus Pane alias Pius Pane, rupanya tak sehebat dan segagah saat ia melakukan perampokan. Ius ketahuan kencing di celana saat Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan menggelar konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma. Minggu, 01 Januari 2017 siang tadi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono dan Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rudy Heriyanto membenarkan kejadian tersebut.

“Ya, itu kencingnya tersangka. Mungkin dia ketakutan,” kata Prabowo

Diberitakan sebelumnya, Yus Pane tiba di Bandara Halim Perdanakusuma sekitar pukul 13.45 WIB. Setelah ditangkap di di pangkalan bus Antar Lintas Sumatera (ALS), Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sumatera Utara pada pukul 07.45 WIB pagi tadi. Sebelum diikutsertakan dalam konferensi pers, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan lebih dulu membawanya ke ruang VIP.

Setelah 30 menit berlalu, Iriawan pun menggelar konferensi pers. Ia menjelaskan terkait kronologi penangkapan Yus Pane hingga proses hukum yang akan dilakukan polisi dalam menyidiki kasus perampokan dan pembunuhan di sebuah rumah mewah kawasan Pulomas.

Selama konferensi pers, Yus Pane hanya menundukan kepala. Tiba-tiba, setelah konferensi berakhir, tempat Yus Pane berdiri meninggalkan genangan air. Polisi pun mengonfirmasi bahwa Yus Pane kencing dicelana saat konferensi pers berlangsung.

Yus Pane adalah tersangka terakhir kasus perampokan dan pembunuhan di sebuah rumah mewah kawasan Pulomas. Yus Pane disebut sebagai salah satu otak tindak kriminal tersebut.***

Editor : Hens Pradhana