Sebanyak 2500 PNS Di Bandung, Belum Mempunyai Tempat Tinggal Sendiri

oleh -69 views
Pembangunan perumahan. Konten Jabar / Foto Istimewa

BANDUNG – Sekitar kurang lebih 2.500 dari keseluruhan 19 ribu pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar), kebanyakan belum memiliki rumah sendiri (Pribadi). Oleh karena itu, beberapa waktu lalu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sengaja meminta lahan ke daerah.

”Utusan Kementerian PU Pera meminta lahan kepada daerah di wilayah Cicalengka seluas 100 hektare, itu untuk dibangunkan perumahan”. Ucap Bupati Kabupaten Bandung, Dadang M Naser kepada wartawan di Bandung belum lama ini

Menurut Dadang, Pada 2017 dirinya akan fokus membangun infrastuktur, lingkungan sumber daya manusia dan pendidikan. Langkah itu ditempuh agar SDM yang ada bisa berdaya saing dan maju pesat. Salah satu yang tengah digenjot saat ini, adalah mengajak investor yang berminat mengelola Sport Centre Si Jalak Harupat dan Gedong Budaya Sabilulungan secara profesional. Saat ini, dua lokasi tersebut masih dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Pengelolaannya akan profesional jika dikerjasamakan (pihak ketiga). Nanti dikelola bersama BUMD Kabupaten Bandung”. ujar Dadang.

 

Menurutnya, Diharapkan dengan adanya kerja sama tersebut akan semakin mendorong manajemen yang lebih baik. pihaknya juga berencana memperluas Sport Centre Si Jalak Harupat dan menambah sejumlah fasilitas olahraga seperti gedung dan lapangan menembak, serta lapangan latihan golf. Tentunya, dua fasilitas ini diminati kalangan menengah atas dan diperkirakan akan menghasilkan pendapatan yang lebih bagi daerah. ungkapnya.

Ia juga menuturkan, Direncanakan pula akan dibangunnya akademi olahraga di sekitar kompleks tersebut, dengan demikian tempat ini akan menjadi sarana penghasil atlet berkualitas.

Sementara itu, Salah seorang PNS yang enggan di publikasikan namanya, mengakui belum memiliki rumah karena sulitnya persetujuan dari pihak bank.

“Saya sudah beberapa kali mengikuti aturan main pihak bank, tapi tetap saja dipersulit. Mungkin karena gaji saya yang kecil, sehingga akhirnya saya menetap di rumah mertua”. kata PNS warga Banjaran yang tak mau di publikasikan namanya itu.***

Editor : Deni