Solehudin, Pelaku Pembunuhan  Seorang Wanita Tua di Bogor, Mengaku Didatangi Arwah Korbannya

oleh -107 views
Rekonstruksi pembunuhan Sumarminah oleh Solehudin alias Joko. Konten Jabar/Foto Istimewa
Rekonstruksi pembunuhan Sumarminah oleh Solehudin alias Joko. Konten Jabar/Foto Istimewa

BOGOR – Solehudin alias Joko pelaku pembunuhan terhadap nenek Sumarminah (65), mengaku didatangi arwah korbannya, tepat pada malam ketiga setelah dirinya menyetubuhi dan membunuh wanita berusia senja itu.

Joko menceritakan, saat itu dirinya sedang tidur sendirian di kontrakannya di daerah Cinangneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sat tengah malam, arwah nenek Sumarminah datang berdiri dan hanya diam saja depan Joko.

“Sekitar jam setengah satu malam pas hari ketiga dia datangnya,” kata Joko saat prarekonstruksi, Selasa 10 Januari 2017.

Joko mengaku kaget dengan datangnya arwah tersebut, dirinya hanya terdiam melihat arwah Sumarminah. Joko menambahkan, penampakan arwah nenek itu tak berlangsung lama. Sebab setelah menampakan diri dihadapannya, arwah tersebut langsung menghilang.

“Saya sempat kaget tapi enggak ngerasa takut sih,” ungkapnya.

Sebelum didatangi arwah, Joko juga mengaku sempat mengalami hal tak wajar, yaitu pada malam pertama usai membunuh dia kedatangan ayam berbulu hitam di kontraknnya. Padahal seingat Joko tak ada satupun tetangga atau warga disekitar kontrakannya yang memiliki ayam berbulu hitam legam seperti itu.

“Saya heran ini ayam dari mana karena sekitar kontrakan enggak ada yang piara ayam,” ceritanya.

Duda satu anak itu mengaku menyesali perbuatannya. Dia mengaku merasa kasihan dengan Sumarminah namun dia juga merasa kesal karena terus ditagih hutang oleh rentenir.

“Ya nggak tega juga karena sudah tua si ibu. Tapi saya kesal jadi khilaf,” pungkasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Joko ditangkap setelah membunuh Sumarminah pada 27 Desember 2016 lalu,, sebelum dibunuh nenek 65 tahun ini sempat disetubuhi pelaku, setelah itu kemudian dibunuh dan jasad korban baru ditemukan setelah tujuh hari dalam keadaan membusuk terbungkus karung.***

Editor : Hens Pradhana