Tuntut Pemerintah Membuat Kebijakan Pro Rakyat, Ribuan Mahasiswa Hari Ini Unjuk Rasa di DPR

oleh -87 views
Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia, akan melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR dan Istana Negara. Kamis, 12 Januari 2017. Konten Jabar/Ilustrasi Hens Pradhana
Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia, akan melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR dan Istana Negara. Kamis, 12 Januari 2017. Konten Jabar/Ilustrasi Hens Pradhana

JAKARTA – Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia, rencananya hari ini, Kamis 12 Desember 2017, akan melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPR dan Istana Negara. Adapun tuntutan mereka di antaranya, meminta pemerintahan Joko Widodo membuat kebijakan pro rakyat dan naiknya berbagai kebutuhan pokok seperti harga cabai, sayur mayur dan bahan makanan lainnya.

Dari informasi yang diterima, unjuk rasa mahasiswa ini juga akan serentak dilaksanakan di 19 titik wilayah di Indonesia. Aksi ini juga dilakukan terkait kenaikan bahan kebutuhan hidup lainnya seperti Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), STNK, dan juga BPKB pada awal Tahun 2017 ini yang dirasa sangat membebani kehidupan masyarakat luas.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan perihal rencana aksi tersebut. Ia mengatakan pihaknya sudah menerima pemberitahuan dari koordinator aksi. Massa yang akan ikut berjumlah sekitar seribuan. Argo juga mengaku kepolisian siap mengawal dan mengamankan aksi tersebut.

“Ya, rencana aksi dari mahasiswa BEM se-Indonesia besok pukul 09.00 WIB. Tuntutannya masalah kenaikan harga cabai dan BBM. Kami sudah menyiapkan anggota yang diplot di posisi masing-masing, diharapkan unjuk rasa aman dan aktivitas masyarakat juga berjalan lancar, ” ujar Argo, Rabu, 11 Januari 2017.

Saat ditanya berapa jumlah personel keamanan yang diturunkan, ia enggan menyebutkan. Namun, ia memastikan bahwa jumlah personel berimbang dengan jumlah massa.

“Pokoknya cukup. Semua anggota dari Polda Metro Jaya dan jajaran kami turunkan. Untuk pengaturan lalin juga anggota yang di lapangan akan mengarahkan jalur apabila terjadi kemacetan,” katanya.

Argo mengimbau massa untuk tidak melakukan tindakan anarki. Massa juga dilarang melakukan aksi bakar ban dan merusak fasilitas umum.

“Dilarang membawa benda berbahaya, seperti senjata tajam, narkotika dan lain-lain, bakar ban tidak boleh,” tegasnya.***

Editor : Hens Pradhana