Rombak Struktur Pegurus FPII Korwil Kampar, Asril : Pengurus Sebelumnya Kurang Efektif

oleh -121 views
Jajaran pengurus FPII Korwil Kampar, Riau, saat gelar rapat kerja dan evaluasi perubahan struktur pegurus , di salah satu tempat termasuk wilayah Kampar. Kamis 23/07/2020. Foto : FPII Grup

KAMPAR – Rapat program kerja sekaligus evaluasi perubahan struktur kepegurusan digelar Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Koordinator Wilayah Kabupaten Kampar, Riau. Kamis 23/07/2020.

Agenda yang dimulai dari pukul 16.00 WIB itu, terfokus kepada hal perubahan atau perombakan struktur kepengurusan, yang merupakan salah satu langkah tegas dalam menindaklajuti keseriusan dalam membesarkan organisasi secara bersama. Sehingga perombakan yang dilakukan saat itu berdampak posotif pada program-program kerja FPII Korwil Kampar.

“Iya benar, kita mengadakan perombakan struktur organiasi FPII Korwil Kampar. Karena hal ini dipandang sangat perlu agar bisa manumbuhkan keseriusan dari seluruh rekan-rekan pengurus FPII Korwil Kampar. Upaya tersebut dilakukan ihkwal mewujudkan organisasi yang tepat fungsi, tepat proses, dan tepat ukuran sesuai aturan dan acount AD/ART Organiasi FPII” Ungkap Asril, Ketua FPII Korwil Kampar dihadapan beberapa Insan Pers.

Asril berujar, Evaluasi struktur itu juga merupakan sebuah landasan bagi para pengurus yang sesuai dengan program kerja FPII Kampar, sehingga nantinya dapat terlaksana dengan baik.

“Sebagi upaya mewujudkan organisasi yang tepat fungsi, proses dan tepat ukuran, maka di lakukanlah evaluasi terhadap susunan struktur. Evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk mendukung tercapainya visi misi serta program kerja FPII Korwil Kabupaten Kampar, karena pengurus struktur sebelumnya di anggap kurang efektif. Dengan dilakukan perubahan struktur baru ini, diharapkan nantinya FPII Korwil Kampar akan lebih maju dan berkembang, solid dan kompak serta dapat menjalankan Visi dan Misi nya,” katanya.

Sementara itu, Redi Yusmar, Bidang Divisi Jaringan mengatakan, perombakan tersebut merupakan hal yang biasa dan lazim dilaksanakan oleh setiap organisasi.

“Itu hal yang biasa sesuai program kerja, rumusannya kembali pada evaluasi menata kembali ke organisasian. Mulai dari membangun dan memahami referensi organisasi, dan yang lebih pokok adalah pemahaman kepada tupoksi, peranan dan fungsi dari organisasi itu sendiri. Sehingga berakhir pada tujuan dan misi bh bersama,” pungkas Redi.

 

Sumber : FPII Grup
Editor    : Deni