BEM Umika Buka – Bukaan Problematika Pendidikan Di Bekasi

oleh -285 views

BEKASI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mitra Karya (UMIKA) dan STIE Tri Buana Kota Bekasi melaksanakan panel diskusi terbatas. Dengan Thema “Problematika Pendidikan Yang Ada di Kota Bekasi”

Kegiatan panel diskusi yang berlangsung di Pendopo Kampus Universitas Mitra Karya dan STIE Tri Buana di Jalan Raya Joyo Martono, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (12/2/2020),

Kegiatan panel diskusi tersebut menghadirkan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Komisi 4 DPRD yang menangani pendidikan, Pakar Pendidikan dan Perwakilan BEM dari berbagai kampus di Bekasi.

Ketua BEM UMIKA Yusril mengatakan tujuan dari diskusi tersebut Untuk Membahas berbagai problematika pendidikan di Kota Bekasi. Pasalnya menurutnya pendidikan di Bekasi kondisinya sangat memprihatinkan.

“Tentang sunting clas di level SD, SMP, SMA/SMK negeri dan swasta sebagai arena pungli dan korupsi yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab, sebagai persiapan gunung es dan salah satunya diduga terjadi di SMP Negeri 1 Kota Bekasi,” ungkapnya

Pada diskusi pendidikan ini yang moderator panel diskusi Waryo yang juga mantan Ketua PMII Bekasi membongkar dugaan dunia Pendidikan yang saat ini sebagai ladang pungli dan korupsi di dunia Pendidikan.

“Tentang edaran penguatan kepala sekolah oleh asosiasi perguruan swasta yang memungut biaya sampai dengan Rp15 juta,” jelasnya

Lanjut Waryo “Tentang PPDB online saja dan sistem zonasi yang diduga disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya

Diskusi menjadi menarik karena pihak Dinas Pendidikan terkesan tidak mau disalahkan dan Dewan Pendidikan pun juga hampir mirip yang sama, yaitu terkesan membela kepentingan Pemkot Bekasi dan menyalahkan warga masyarakat alias orang tua murid.

Dewan pendidikan juga  menuding  Komite Sekolah sebagai pihak yang harus bertanggung jawab, karena diduga tidak membela kepentingan orang tua murid, dan diduga tutup mata soal berbagai pungutan yang diduga terjadi di sekolah-sekolah Kota Bekasi selama ini.

Tampak hadir perwakilan Komisi IV, DPRD Kota Bekasi, BEM dari berbagai kampus di Kota dan kabupaten Bekasi dan perwakilan mahasiswa dari salah satu negara ASEAN, Philipina.

 

Penulis : Sarippudin