Begini Cara Sambutan Bupati Tasikmalaya Di Acara Baksos Desa Banyurasa

oleh -188 views
Foto serah terima bantuan, Bupati Tasikmalaya berpakaian olahraga. Konten Jabar / M N Fauzi
Foto serah terima bantuan, Bupati Tasikmalaya berpakaian olahraga. Konten Jabar / M N Fauzi

TASIKMALAYA – Acara Bakti Sosial (Baksos) di Kampung Saribudi, Desa Banyurasa, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, yang sebelumnya tiga kali di undur waktu pelaksanaannya, yang dikarenakan terbentur kehadiran Bupati Tasikmalaya H.Uu Ruzhanul Ullum, Ahirnya acara tersebut terlaksana di gelar pada Senin 14-11-2016 dengan berbagai sambutan.

Sambutan awal yang di lontarkan oleh Ustadz Nono, selaku Tokoh Warga Masyarakat, Merasa sangat bahagia atas kedatangan Bupati Tasikmalaya, semoga bisa mejadi kebarokahan bagi kita semua, dan juga ucapan terimakasih atas adanya program Pemerintah Daerah (Pemda) Kab Tasikmalaya, terkait perbaikan setiap akses jalan. “Alhamdulillah jalan sudah bagus, atas nama Warga Masyarakat mengucapkan terimakasih mengenai segala bentuk bantuan yang telah digelontorkan, yang kini sudah di rasakan oleh warga Kampung Saribudi, umumnya se-wilayah Desa Banyurasa, Kecamatan, Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar). “Trimkasih atas bantuan untuk kamujuan di Kp Saribudi ini, kepada Aparatur Pemdes dan juga Pemkab,terutama bantuan sarana pendidikan”. ucap Ia di podium dalam acara Baksos di Kp Saribudi tersebut Senin 14-11-2016

Setelah itu, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ullum SE, Dalam sambutannya yang sama di podium mengatakan, Kepada Para Kiyai dan Para Ulama serta Para Asadid, Asadidah, dan juga Para Ustad dan Ustadzah yang selalu istiqomah, dalam menyampaikan ilmu-ilmu agama kepada para santrinya kepada para muridnya dan kepada Warga Masyarakat. Sehingga Kab.Tasikmalaya sampai hari ini masih terasa Religius dan Islami yang berbeda dengan daerah-daerah lainnya. “Semoga para alim ulama dan para kiyai semuanya dipanjangkan umur dan selalu disehatkan badannya”.

Dalam sambutan itu Bupati Uu juga berkata, Kanapa saya mendo’akan para alim ulama??? karena para alim ulama sudah menjadi barang yang sangat langka dan berbeda dengan yang lainnya. Kalau para pejabat seperti Bupati, Gubernur, Kepala Desa dan lainnya, cukup bayak bahan baku generasi penerusnya. Dibuktikan dan seumpama, kalo Bupati dan pejabat lainnya ada habis masa jabatannya, dan para penggantinya juga banyak.

Akan tetapi, Lain dengan para alim ulama, disaat para ulama meninggal (Wafat), terkadang 20-30 tahun belum tentu ada ulama penggantinya, tentang keilmuannya maupun tentang Akhlaknya dan juga tentang kharismannya.

Kegiatan ini menurut Bupati Uu, Adalah kegiatan rutin. Bupati melaksanakan kegiatan seperti ini setiap diakhir tahun, memberikan bantuan kepada Masyarakat, biasanya satu Honor Guru Diniyah, tetapi, samapai hari ini kepada guru diniyah mohon maaf, karena dengan aturan yang harus kami tempuh, tetapi Insya alloh dana tersebut tidak akan melewati tanggal 28 Desember, karena hal itu sudah kami anggarkan seber Rp.28 Milyar.

Biaya untuk Santri miskin, Madrasyah, Sekolah Keremajaan dan Mesjid, itu sudah kami berikan padasaat kegitan sapari Romadhon beberapa waktu yang lalu.

Hari ini akan diberikan bantuan kepada Masyarakat berupa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Bantuan kesehatan, Pendidikan, dan bantuan-bantuan yang lainnya. (M N Fauzi)