Cegah Terjadinya Perpecahan, FKPD Pasangkayu Deklarasikan Anti Kabar Hoax

oleh -43 views
H. Agus Ambo Djiwa, Bupati Pasangkayu (tengah depan) didampingi jajaran FKPD Pasangkayu, saat membacakan deklarasi Anti Hoax. Senin, 12/03/2018. KONTEN INDONESIA / Irwan Hamsi

KAB PASANGKAYU – Untuk mengantisipasi bredarnya kabar atau berita Hoax di Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Pasangkayu, gelar Deklarasi Anti Hoax. Senin, 12/03/2018.

Deklarasi tersebut yang digelar dikantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu, dipimpin langsung oleh Bupati Pasangkayu, H. Agus Ambo Djiwa, yang saat itu dihadiri langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari), dan juga Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Pasangkayu, Made Ary Pradana, Komandan Rayon Militer (Danramil) Pasangkayu, berikut beberapa Kepala OPD lingkup Kabupaten Pasangkayu serta sejumlah pimpinan pihak Swasta yang ada di Kabupaten Pasangkayu.

H. Agus Ambo Djiwa, Bupati Pasangkayu mengatakan, deklarasi ini adalah wujud nyata para FKPD yang ada di Kabupaten Pasangkayu dalam menangkal kabar Hoax. Karena, kabar Hoax adalah salah satu yang menjadi musuh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sejatinya harus diperangi. Selain karena bisa memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa, juga bisa menjadi pemicu kegaduhan dalam keutuhan Negara.

“Hoax adalah musuh kita bersama, dimana kita harus bersama-sama mengawal agar tidak adanya jenis kabar ataupun pemberitaan Hoax,” ungkap H. Agus, seusai deklarasi Anti Hoax dilokasi.

Selain itu, dikatakan H. Agus, juga mengajak para Insan Pers maupun para Pemilik Perusahaan Pers, untuk berperan serta dalam menangkal kabar Hoax dalam segi menyampaikan informasi melalui pemberitaan untuk masyarakat luas.

“Peran Insan Pers dan Para Pemilik Media, sangat dibutuhkan sekali dalam menangkal kabar Hoax. Sehingga saya merasa perlunya keterlibatan rekan-rekan dalam memerangi Hoax,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Matra, Made Ary Pradana menjelaskan, kabar Hoax adalah suatu informasi yang kebenarannya tidak dapat dipertanggung jawabkan. Sehingga perlu diperangi bersama agar tidak terjadi keresahan di tengah-tengah Masyarakat.

Menurutnya, dengan keberagaman Suku dan Agama yang ada di Kabupaten Pasangkayu, sangat rentang terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan. Sehingga kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, agar jangan mudah menyikapi atau terprovokasi dengan segala bentuk informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya (Hoax-red).

“Kabupaten Pasangkayu memiliki kultur Suku dan Agama yang berbeda, namun tetap dapat rukun dan hidup berdampingan. Jangan hanya karena suatu informasi yang tidak jelas kebenarannya, kita jadi terpecah belah,” kata Pria berpangkat 2 bunga itu.

 

 

 

Penulis : Irwan Hamsi
Editor   : Deni