Hujan Dengan Intensitas Tinggi, Banjir Kembali Terjang Desa Tanjungsari

oleh -227 views
Salah satu akses jalan menuju Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, yang terendam banjir dan tidak bisa dilalui kendaraan. Foto : Deni

TASIKMALAYA – Banjir yang cukup dalam akibat hujan deras melanda puluhan rumah warga di Tiga Dusun, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), Kamis 14/01/2021.

Menurut sejumlah informasi yang berhasil dihimpun kontenindonesia.com dilokasi, banjir yang diakibatkan dari luapan air Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang itu, diketahui merendam sejumlah rumah di Tiga Dusuan, yakni Dusun Bojongsoban, Bojongwaru dan Hegarsari di Desa Tanjungsari tetsebut.

Salah seorang warga setempat, bernama Asep (54 tahun) mengatakan, banjir itu disebabkan meluapnya Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy yang melintasi wilayah itu. Air meluap sejak Selasa 12/01/2021 malam, puncaknya pada pagi hari air sudah menggenang pekarangan rumah dan jalanan warga.

“Memang dari kemarin hujan deras. Jadinya sekarang banjir. Terdapat puluhan rumah warga yang terendam banjir di Kampung Tanjungsari. Sementara di Kampung Bojongwaru dan Kampung Hegarsari, banjir tak sampai masuk ke rumah warga. Hanya sampai ke pekarangan rumah saja.” kata Asep, seperti dilansir Republika.co.id pada Rabu 13/01/2021.

Asep berujar, selain merendam puluhan rumah warga, banjir juga menggenangi sejumlah sawah. Bahkan jalan yang menjadi akses warga juga ikut terendam luapan air dari Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy itu.

“Banjir di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, memang rutin datang ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Hampir setiap tahun wilayah itu selalu diterjang banjir. Namun tahun ini banjir baru pertama kali terjadi. Sudah biasa banjir ini mah. Setahun pasti ada banjir,” katanya

Hingga saat ini ditambahkan Asep, belum ada aksi dari pemerintah untuk mengatasi banjir itu, padahal warga sudah bosan dengan banjir yang datang setiap musim hujan tiba.

“Warga sekitar ingin Sungai Cikidang dan Sungai Citanduy itu dikeruk. Dengan begitu air sungai tak lagi meluap ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Maunya masyarakat sungai dikeruk, tapi lumpurnya jangan dibuang ke kebun. Orang kebun merasa keberatan,” kata dia.

Sementara Kepala Desa Tanjungsari, Amas mengatakan, banjir di wilayah ini memang rutin terjadi setiap musim hujan. Namun kejadian banjir kali ini tak separah yang sudah-sudah.

“Ketinggian air saat banjir kali ini hanya menggenang jalan mencapai 40 sentimeter (cm). Sementara di permukiman warga, ketinggian air mencapai 70 cm. Sekira 300 warga terdampak banjir itu. Air tidk masuk rumah hanya ada di pekarangan saja. Masyarakat kita sudah tangguh banjir, karena banjir sudah terjadi setiap musim hujan tiba,” ungkap Amas.

Meski begitu, dikatakan Amas, banjir yang juga merendam sawah warga kurang lebih sekitat 21 hektare itu, saya belum dapat menaksir kerugiannya akibat banjir tersebut. Hingga saat ini belum ada aksi dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy.

“Pihak BBWS hanya pernah melakukan sosialisasi. Namun tidak pernah melakukan aksi langsung untuk mengeruk sungai. Saya harapkan ada tindakan nyata. Karena banjir ini sudah langganan bertahun-tahuh. Saya harap tahun ini ada aksi normalisasi Cikidang dan Citanduy,” katanya.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin mengatakan, pihaknya sudah memberi solusi penanganan banjir yang menjadi langganan di Kecamatan Sukaresik. Salah satunya dengan melakukan pengerukan dan pelebaran sungai.

“BBWS sudah menyanggupi dan menurunkan alat berat. Namun proses pengerukan dan pelebaran itu terkendala adanya warga yang ingin meminta ganti atas lahan mereka, sebab kerukan sungai itu nantinya akan disimpan di bantaran. Padahal bantaran sungai masih termasuk wilayah sungai. Kita masih terus pendekatan kepada masyarakat agar mau. Karena kalau tak dikeruk, akan banjir terus,” ujar Nuraedidin. ***

 

Reporter : Deni