Kerusakan Parah Di Jalan Provinsi Ini, Hingga Ada Lobang Seperti Terowongan

oleh -92 views
Tampak kerusakan dijalan jalur Warungbanten – Cipanas – Citorek, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Yang kerusakannya dinilai sangat parah hingga ada lobang mirip terowongan. KONTEN INDONESIA / Supriyanto 

KAB LEBAK – Pemeliharaan jalan di jalur Warungbanten – Cipanas – Citorek, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, diduga belum tersentuh perbaikan di tahun anggaran 2018 oleh dinas terkait, sehingga jalan tersebut berkondisi rusak cukup parah yang membuat para pengguna jalan tidak lagi ada pilihan lain untuk melewati jalan tersebut.

Akibat parahnya kerusakan jalan tersebut, sehingga tampak batu-batu di badan jalan dan longsor berlubang, yang diameternya kurang lebih dengan panjang tiga meter seperti bentuk terowongan.

Aspal yang terkelupas diarea kerusakan jalan terkait, hingga menimbulkan batu-batu cukup besar. 

Salimun, seorang warga sekitar mengatakan, rusaknya jalan dijalur ini disebabkan oleh jenis pemeliharaan pada tahun lalu yang kurang maksimal, ditambah dengan pembuatan draenasenya yang tidak memadai. Sehingga, di saat-saat musim hujan seperti saat ini, apalagi dengan curah hujannya yang lebat, membuat aliran air hujan dari draenase tersebut naik ke badan jalan semua, hingga menyebabkan rusaknya jalan. Kata Salimun, saat diwawancara Kontenindonesia.com dilokasi jalan rusak tersebut. Kamis, 24/05/2018.

Terpisah, salah seorang Tokoh Masyarakat bernama Olot Lili, mengisahkan, jalan jalur Warungbanten – Citorek itu, merupakan jalan sejarah. Menurutnya, waktu Hindia Belanda masuk dan menjajah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jalan tersebut di jadikan jalan utama perlintasan kendaraannya.

“Artinya, jalan jalur Warungbanten – Citorek itu sama Penjajah Belanda saja cukup di peliharanya. Masa pada jaman sekarang yang sudah merdeka, jalan tersebut yang setau Saya berstatus Jalan Provinsi, harus tidak layak untuk dilalui. Bahkan, selain jalan tersebut diwilayah sini juga ada Sungai Cimadur dan Jembatan peninggalan jaman Belanda, yang belum tersentuh perbaikan sama sekali.” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi terkait tanggapan melalui saluran telpon kepada salah seorang pihak terkait pemeliharaan dan perbaikan jalan tersebut, belum ada respon apapun.

 

 

 

Penulis : Supriyanto
Editor   : Deni