Komunitas GTP Kembali Lakukan Tanam Pohon Ke 154

oleh -66 views
Komunitas GTP saat melakukan penanaman pohon di Komplek IPB, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bpgor, Rabu, 15 Oktober 2017. KONTEN INDONESIA / Ibra Hermawan

KOTA BOGOR – Komunitas Gerakan Tanam Pohon (GTP) kembali melakukan kegiatan rutin menanam pohon di Komplek IPB,  Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Minggu, 15 Oktober 2017.

Penanaman pohon yang ke 154 itu, di hadiri mantan direktur TPB IPB Pallawarukka, Dosen Fakultas Kehutanan IPB Dr.Ujang Suwarna, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono, Camat Bogor Barat Pupung Purnama, Lurah Loji dan para ketua RT dan RW se Kelurahan Loji serta aktivis lingkungan yang tergabung dalam GTP.

“Hari ini pohon yang ditanam sebanyak 15 pohon terdiri dari pohon jambu jamaika, rambutan,  sukun, nangka, manggis, bisbul, dan jenis tanaman keras bantuan kebun raya bogor,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Bogor yang juga inisiator GTP di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, penanaman pohon ini bakal terus dilakukan hingga tak ada batas waktu. “Bahkan GTP telah menyiapkan penerusnya dengan mengkader DUTA GTP yang terdiri dari para pelajar,” imbuh Heri Cahyono.

Usai penanaman pohon, Heri juga melakukan sidak bersama Camat Pupung terkait pelaksanaan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Loji.

Heri mengatakan, bahwa serapan anggaran di dinas-dinas masih sangat rendah. Hal ini,  kata Heri,  karena pelaksanaan kegiatan rata rata baru berjalan di bulan September keatas.

“Tentu akan menjadi perhatian serius dari DPRD, kita akan lakukan evaluasi. Kedepan dianggaran 2018, kita akan dorong sekuat tenaga agar semua kegiatan bisa dimulai di bulan Pebruari sehingga rakyat lebih cepat dapat menikmati pembangunan,”pungkasnya.

Pada kesempatan itu, mantan direktur TPB IPB Pallawarukka mengapresiasi kegiatan GTP. Dia mengingatkan, bibit pohon yang ditanam itu harus mendapat pengawasan serta perawatan masyarakatsetempat dan komunitas GTP. Karena menurutnya,  seringkali pohon hasil gerakan penanaman yang mati karena tidak terkontrol perawatannya.

“Oleh karena itu, komunikasi dengan masyarakat dilokasi dimana tempat penanaman itu dilakukan harus terus dijalin momunitas GTP, terlebih penanaman itu dilakukan setiap pekan,”pintanya.
(Ibra Hermawan)

 

Kontenindonesia.com