Hadapi Era Digital, LMND Minta Pemkab Aceh Utara Terapkan Sistem E-Government Dan E-Service

oleh -67 views
Munzir Abe, Ketua Eksekutif Wilayah – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Aceh.

ACEH UTARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara diminta untuk menerapkan sistem Pelayanan dan pemerintahan elektronik (Electronic Services/E-Service and Electronic Government /E-Government) dalam menjalankan birokrasi pemerintahan yang bersih dan bertransformasi dengan teknologi informasi terkini.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Eksekutif Wilayah-Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Aceh, Munzir Abe, kepada wartawan pada Rabu (6/03/2019). “Pentingnya menerapkan sistem E-Service dan E-Government dalam menjalankan birokrasi pemerintahan yang bersih dan bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi informasi yang terkini. Ini bertujuan untuk membebaskan Aceh Utara dari pengalaman buruk yang terjadi beberapa waktu lalu, yaitu deficit anggaran hampir membuat pemerintahan bangkrut (Colebs)”.

Perlu dipahami, Pemerintahan Elektronik (Electronic Government atau E – Government) adalah penggunaan teknologi informasi oleh Pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya baik dalam urusan bisnis, maupun hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. Sementara untuk sitem Layanan Elektronik (Electronic Services atau E-Services) merupakan satu aplikasi terkemuka dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) khususnya melakui internet.

Munzir juga menyampaikan, bahwa Bupati Aceh Utara
hari ini ada tugas besar yang harus di seleaikan, karena kabupaten tersebut masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menjadi lokasi kegiatan ekonomi nasional. “Aceh Utara masuk dalam kawasan Ekonomi Khusus maka dari itu, kami menilai pentingnya menerapkan sistem birokrasi pemerintahan yang bersih berbasis teknologi informasi dan komunikasi atau yang sering di sebut E-Government dan E- Service, jelasNya.

Menurut Munzir , Pemkab Aceh Utara harus mampu memanfaatkan potensinya supaya bisa berada di barisan depan, guna membangun pertumbuhan ekonomi, baik untuk Kabupaten Aceh Utara sendiri maupun ekonomi nasional dalam menghadapi revolusi
industry 4.0.

“Dalam Kawasan Ekonomi khusus, Aceh utara mau jadi penumpang atau memimpin di depan? Aceh utara punya potensi !. Potensi itu Akan nampak ketika kita mau bekerjasama untuk membangun dan memberikan peluang serta akses kepada para pemuda terpendidik yang ada, guna untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasahan sosial yang ada. tutur Munzir.

Kita juga memiliki banyak pemuda yang ahli dalam berbagai macam disiplin ilmu, kata Munzir Abe, cuma bagaimana seorang pimpinan untuk mengambil sikap dalam memberikan kepercayaan, kemudian mereka membantu pemerintahan dengan ide-ide besar yang mereka miliki, supaya nantinya Aceh Utara menjadi daerah percontohan dalam membangun regenerasi pimpinan yang
progresif.

“Saya rasa mereka siap membantu dan membagun Aceh Utara yang progresif, bergerak bersama ide dan
gagasan Putra-Putri bangsanya, dan mereka tidak akan menanyakan saya dapat apa ketika Aceh Utara maju.” Ujar Munzir.

Ia juga menegaskan bahwa LMND adalah organisasi Progresif Revolusioner yang bergerak bersama ide – ide dan gagasan yang bertujuan membangun bangsa dan negara serta sebagai pengontrol proses demokratisasi  kehidupan manusia di Republic Indonesia.

“Kami menyadari bahwa perkembangan alat bisa lebih cepat dari ide, begitu juga dengan system pemerintahan. Makanya dari itu, kita tidak mau manusia yang punya ide jadi tertinggal. Amerika punya Silicon Valley, China punya Ali Baba, lalu apa ekspresi teknologi dari Panca Cita, Burak-Singa dan juga penguasa yang berasal dari perjuangan masa lalu, kami cari tau soal itu, jelas Munzir.

Harapan kami Kepada Bupati Aceh Utara untuk segera mengambil sikap terkait hal ini, kalau tidak kita akan menjadi daerah tertiggal di era digital ini, potensi yang ada kita manfaatkan guna membangun daerah, terutama kaum muda yang mampu membawa Aceh Utara maju dari berbagai hal di masa yang akan datang.” PungkasNya.

Penulis : Zulkifli