Macet Kendaraan H+3 Di Jalur Ini, Dirasakan Menuai Rezeki Oleh Henhen Penjual Cilok Barokah

oleh -140 views
Henhen Suhendar, penjual Cilok Barokah asal Kampung Cimanggung, RT 04/04, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya. Saat berjualan mengasong Cilok ke para dermawan penghuni mobil yang terjebak macet di Jalan Raya Rajapolah, Tasikmalaya pada H+3 (3 hari setelah lebaran) Idul Fitri 1439 Hijriah. Senin, 18/06/2018 malam. KONTEN INDONESIA / Foto Istimewa Redaksi 

KAB TASIKMALAYA – Suasana macet total putus nyambung kendaraan pada H+3 Idul Fitri 1439 Hijriah (3 hari setelah lebaran) yang terjadi di jalur Jalan Raya Nasional Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), kembali dimanfaatkan oleh para pedagang asongan dadakan. Senin, 18/06/2018 malam.

Foto terkait, Henhen Suhendar, pedagang Cilok Barokah. KONTEN INDONESIA / Foto Istimewa Redaksi

Antrian panjang macetnya kendaraan di Jalan Raya tersebut yang menurut sejumlah informasi dimulai dari pukul 11.00 WIB siang, dirasakan sangat menuai rezeki oleh para pedagang asongan.

Kondisi kemacetan kendaraan di jalur Jalan Raya Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya pada H+3 Idul Fitri 1439 Hijriah (3 hari setelah lebaran). Senin, 18/06/2018. KONTEN INDONESIA / Foto Istimewa Redaksi 

Seperti yang alami Henhen Suhendar, pedagang Cilok Barokah, asal Kampung Cimanggung, RT 04/04, Desa Manggungsari, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, yang pada hari-hari biasanya hanya berjualan dengan mendorong Gerobak Ciloknya kesana kemari, kini gerobaknya hanya negong dipinggir jalan raya area Pangkalan Ojeg Ciinjuk yang tidak jauh dari kampungnya.

Dengan menikmati suasana kemacetan antrian kendaraan bersama seorang anak dan istrinya, Henhen tersebut berjalan kaki kesana kemari mengasong cilok kepada para dermawan penghuni mobil yang terjebak macet.

“Alhamdulillah suasana macet kendaraannya cukup menuai rezeki bagi Saya dan keluarga, ngasong jualan ciloknya lumayan laku banyak juga. Kalau terjadi macetnya sih dari siang, cuma Saya negong jualan disininya dari sehabis magrib. Tadi siang jualan dulu di depan Rumah Makan Pananjung. Ini istri dan anak Saya maksa pengen ikut jualan juga, katanya mau bantu-bantu masukin ciloknya ke plastik sekaligus menikmati suasana keramaian macet,” kata Henhen, saat diwawancara Kontenindonesia.com di area jalan raya tersebut. Senin, 18/06/2018 malam.

 

 

 

Penulis : Deni