Merasa Dibohongi Masalah Perijinan, Konsumen Meikarta Minta Uangnya Dikembalikan

oleh -71 views
Prosesi pembangunan mega proyek Apartemen Meikarta di daerah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Foto : Market Bisnis

KAB BEKASI – Beberapa konsumen Meikarta mulai saling buka mulut. Mereka menuntut pihak pengembang Lippo Group agar secepatnya mengembalikan uang yang sudah dibayarkan untuk pembelian unit Apartemen Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pasalnya, konsumen tersebut mulai merasakan khawatir jika Hunian Vertikal yang dibelinya itu akan bermasalah soal perizinan, apa lagi ditambah terkuaknya kasus dugaan suap terkait perizinan pembangunan Meikarta yang menjerat Bupati Kabupaten Bekasi yang terjadi belum lama ini.

Shinta Istiqomah, salah satu konsumen Meikarta mengatakan, sudah menyetor sejumlah uang pembayaran sebesar Rp. 22 juta untuk pembelian unit Apartemen Meikarta. Uang sebesar Rp. 2 juta rupiah sebagai awal pembayaran tanda jadi pemesanan unit, dan pembayaran kedua kalinya sebesar Rp. 20 juta rupaih sebagai uang muka, total yang sudah di bayarkan jadi Rp. 22 juta.

“Sekarang Saya sudah tidak mau lagi untuk bayar yang lainnya. Terkecuali kalau masalah perizinannya sudah benar-benar lengkap, baru saya mau melanjutkan. Tapi kalau seperti ini, lebih baik saya minta uang saya dikembalikan lagi.” ungkap Shinta, seperti dikutip dari media Djapos.com. Selasa, 16/10/2018.

Shinta, yang merupakan warga Grand Cikarang City (GCC), mengaku memiliki bukti hasil pemesanan unit, dan juga hasil pembayaran yang sudah disetorkan. Dia membeli unit Apartemen di Meikarta tersebut, dikarenakan tergiur dengan adanya diskon yang dijanjikan sebesar 20 hingga 25 persen.

“Karena ada diskon, Saya jadi tergiur. Pikiran Saya pada waktu itu, karena bisa dijadikan investasi kedepannya, dan saat itu marketingnya juga ngomong sudah mendapatkan izin. Mereka ngomong tahun 2018 izinnya sudah jadi, tapi nyatanya apa, Saya sudah satu tahun pesan tapi perijinan belum juga selesai,” kata Shinta.

Selain Shinta, seorang kakaknya juga telah melakukan pemesanan dua unit Apartemen Meikarta. Bahkan, uang pembayaran yang sudah masuk lebih besar, sekitar Rp. 200 juta rupaih.

“Kalau akhirnya seperti ini, Saya minta uang yang sudah masuk kepihak Meikarta segera dikembalikan saja,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum berhasil mendapat tanggapan ataupun hasil konfirmasi dari pihak Lipo Group maupun Meikarta terkait.  

 

 

 

Reporter : Janson Matondang
Editor      : Deni