Mohammad Idris : LPE Kota Depok Setiap Tahunnya Semakin Baik

oleh -77 views
Mohammad Idris, Walikota Depok, saat berbicara di podium acara di lingkungan kantor Pemkot Depok. KONTEN INDONESIA / Tineke Nicolas

KOTA DEPOK – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat (Jabar), dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun, menunjukkan berbagai hasil positif. Salah satunya yang ditunjukkan dengan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok dari tahun 2008 hingga 2017, secara keseluruhan mengalami perubahan yang baik.

“Tren LPE Kota Depok setiap tahunnya semakin baik. Misalkan, pada tahun 2017, LPE kita mencapai 7,28 persen, jumlah tersebut meningkat sebesar 0,64 persen dari tahun sebelumnya,” kata Mohammad Idris, Wali Kota Depok, saat di jumpai dibalaikota. Rabu, 16/05/2018.

Termasuk, Mohammad Idris mengatakan, angka Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Depok, dari tahun 2011 – 2016 mengalami peningkatan. Yang peningkatannya mulai dari 16,23 persen, 17,59 persen, 19,69 persen, 21,54 persen, 23,05 persen, lalu 24,49 persen.

“Di antara faktor-faktor pendorong LPE, yakni dikarenakan keberadaan para pengusaha yang berinvestasi di Kota Depok. Baik investasi di sektor perekonomian maupun pembangunan infrastruktur,” katanya.

Mohammad Idris menambahkan, berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, iklim investasi yang paling besar atau utama adalah properti, perdagangan dan jasa, juga pergudangan. Properti memiliki porsi sebesar 35-40 persen dari total investasi yang masuk di Kota Depok. Sementara, perdagangan sebesar 20 persen, dan jasa sebesar 20 persen, lain-lainnya sebesar 20 persen. Terangnya.

Sementara itu, Yulistiani Mohtar, Kepala DPMPTSP Kota Depok menuturkan, bahwa pihaknya telah melaksanakan berbagai kegiatan guna merangsang investasi di Kota Depok. Sekaligus menyediakan berbagai informasi yang berguna bagi penanam modal.

“Misalnya, memfasilitasi promosi investasi yang digelar tahunan, atau juga penyusunan kajian insentif dan disinsentif penanaman modal,” singkatnya.

 

 

 

 

Penulis : Tineke Nicolas
Editor   : Deni