154 Anggota OPM, Sukarela Turun Gunung Serahkan Diri Ke Pangkuan NKRI

oleh -58 views
10 anggota Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) pimpinan Goliat Tabuni yang bermarkas di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya Papua menyerahkan diri. (Suara Pembaruan/Robert Vanwi)

JAKARTA – Sebanyak 154 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) secara sukarela turun gunung dan menyerahkan diri. Mereka berikrar kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Penyerahan diri para anggota OMP tersebut, berkat adanya pendekatan humanis dan sentuhan hati yang di lakukan TNI selama ini. Akhirnya mereka tergugah dan bersedia kembali ke pangkuan NKRI,” kata Danramil 1714-14 / Sinak, Lettu Inf Yusuf Rumi, dalam keterangan pers yang di terima, Jumat 24 Maret 2017.

Menurut Yusuf, Penyerahan diri di lakukan ‎pada Rabu 15 Maret 2017 lalu, kurang lebih pukul 14:30 WIT. Saat itu, Utaringgen Telenggen (Simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata dari Kelompok Sinak-Yambi) di dampingi Pendeta Zakarias Tabuni, datang ke Makoramil 1714-04 / Sinak untuk meminta jaminan keamanan terkait rencana penyerahan dirinya dan 154 orang lainnya untuk kembali ke pangkuan NKRI. kata Yusuf.

Kemudian kata Yusuf, Pada acara peresmian kantor Kas BPD Papua oleh Bupati Kabupaten Puncak Wilem Wandik pada hari Senin, 20 Maret 2017 pukul 13.15 WIT, Utaringen Telenggen beserta 154 orang didampingi oleh Danramil 1714-04 / Sinak, Lettu Inf Yusuf Rumi menemui Bupati Puncak dan menyampaikan keinginannya untuk turun gunung dan kembali ke pangkuan NKRI.

“Bersamaan dengan peresmian kantor Kas BPD, di hadapan masyarakat dan Aparat TNI dan Polri, Bupati Puncak Willem Wandik menyerahkan bendera Merah Putih kepada perwakilan anggota OPM, Utaringgen Telenggen sebagai tanda bahwa kelompok ini dengan penuh kesadaran telah kembali ke NKRI,” terang Yusuf.

Mewakili rekan-rekannya di katakan Yusuf, Utaringgen Telenggen meminta Kepada Bupati untuk bisa di buatkan rumah Honay yang layak dan sehat untuk tempat tinggal dan berharap pembangunan yang di lakukan pemerintah bisa lebih dekat menyentuh keberadaan mereka.

Berdasarkan keterangan yang di peroleh, Utaringgen Telenggen dan 154 orang lainya merasa kecewa dan menyatakan kembali ke pangkuan NKRI, karena selama menjadi pengikut kelompok Gerakan Separatis Pengacau Bersenjata (GSPB) Pimpinan Lekagak Telenggen dan Gombanik Telenggen tidak mendapatkan apa-apa.

“Utaringgen Telenggen dan 154 orang mantan simpatisan GSPB lainnya rata-rata berasal dari Kampung Toemarib, Weni dan Kampung Rumagi Distrik Mageabume, Kabupaten Puncak yang merupakan daerah perbatasan dengan Distrik Yambi Kabupaten Puncak Jaya,”  jelasnya.***

Editor : Deni

 

 

Suara Pembaruan/BeritaSatu.com