Akibat Tidak Di Perhatikan Pemerintah, Tarif Masuk Wisata Curug Dengdeng Rp.5000

oleh -96 views
Keindahan tempat wisata Curug Dengdeng, di Tasikmalaya. Konten Jabar / Endang Kusnadi

TASIKMALAYA – Salah satu Obyek Wisata yang berada di daerah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), tepatnya di wilayah Kampung Cirerese, Desa Tawang, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya (Bagian selatan). Objek wisata tersebut yang di kenal dengan nama Curug Dengdeng, hanya berjarak sekitar 1500 meter dari jalan besar utama.

Tempat wisata Curug Dengdeng tersebut yang menurut sejumlah penduduk sekitar cukup tertinggal, perlu adanya perhatian serius dari pihak Pemerintah. Karna, selain lokasinya yang cukup cocok untuk di jadikan tempat Wisatawan, tempat wisata itu juga bisa di jadikan tempat wisata religius yang berbentuk wisata syariah. Terutama, terdekat daerah wisata tersebut tidak jauh dari lingkungan pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes).

Tidak hanya itu, sejumlah warga setempat terdekat lokasi wisata Curug Dengdeng itu, banyak yang berharap untuk setiap yang berkunjung ke Curug Dengdeng, jangan sampai ada yang menjadikan tempat wisatanya sebagai tujuan tempat maksiat, hal itu yang sangat tidak di inginkan oleh sejumlah warga setempat. Karna menurut sejumlah warga tersebut, kebanyakan tempat berwisata selalu di jadikan untuk tempat hura-hura dan juga hal-hal yang tidak di inginkan. ungkap salah seorang warga yang tidak mau di publikasikan namanya kepada Kontenjabar.com, Minggu 26 Februari 2017.

Sementara, hingga saat ini para pengunjung ke lokasi wisata itu tetap banyak apalagi pada saat hari liburan, yang sering terdominasi oleh para pengunjung-pengunjung lokal, yang sengaja ingin berenang dan berfoto-foto (Selfie) sekaligus menikmati suguhan keindahan pemandangan di  Curug Dengdeng. Tempat wisata itu mempunyai tarif Rp .5000 per satu kendaraan roda dua para pengunjung, pemungutan tarif masuk itu, hanya di jadikan sebatas partisipasi untuk perbaikan kerusakan jalan, karna jalan yang menuju ke Curug Dengdeng tersebut masih dalam keadaan rusak cukup parah dan sudah lama tidak di perhatikan pihak pemerintah dalam perbaikannya. (Endang Kusnadi)

Editor : Deni